Kanal

Banyak Ruko dan Swalayan seperti Kota, Masih Layakkah Daerah Ini Disebut Desa?

Suasana Desa Toapaya Selatan di area Km 16 - TRIBUNBATAM/AMINNUDIN

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Sudah dijejali dengan banyak properti ruko dan swalayan, area KM 16 dan sekitarnya masih berstatus desa, namanya Desa Toapaya Selatan.

Rupanya banyak yang masih bingung, status desa kok tampilannya kota.

Bahkan, mungkin lebih ramai dibanding ibukota beberapa kecamatan lain di Bintan.

"Menurut saya, desa Topaya Selatan ini lebih cocok menjadi kelurahan, soalnya lebih ramai dari tempat lainnya, banyak ruko dan swalayan, ini sudah jadi kota,"kata Anung, seorang warga Kecamatan Toapaya.

Baca: HEBAT! Baru Kelas 2 SD. Dua Pemain Biola Cilik Tanjungpinang Ini Wakili Kepri di Tingkat Nasional

Baca: Mutasi Perwira di Polres Tanjungpinang. AKP Andri Kurniawan Jadi Kanit Siber Crime Polda Kepri

Baca: Kenapa Fasilitas Untuk Anak di Desa Minim? KPPAD Anambas Nilai Ini yang Terjadi

Desa Toapaya Selatan berbatasan langsung dengan Kota Tanjungpinang. Wilayah mereka hanya dipisahkan pintu gerbang. Tak heran, ada yang beranggapan wilayah KM 16 bagian dari Kota Tanjungpinang makanya padat dan ramai.

Iseng iseng, Tribun pernah menanyakan hal itu ke Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bintan Rony Kartika.

Ronny menjawab, status desa dan kelurahan harus melalui kajian komprehensif tidak bisa serta begitu saja.

"Kalau itu perlu kajian ya, itu kajiannya ke bagian pemerintahan, soalnya tidak bisa serta merta desa naik status meskipun tampilannya sudah perkotaan,"kata Ronny.

Dan setahu dia, hal itu pernah dibahas, dan hasilnya warga terutama perangkat pemerintahan Desa Toapaya Selatan lebih senang status desa ketimbang menyandang status kelurahan.

"Seingat saya mereka lebih senang dengan status desa ketimbang kelurahan,"kata Ronny.(min)

Penulis: Aminnudin
Editor: nandrson

Kronologi Lengkap Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi yang Dilakukan Haris Simamora

Berita Populer