Kanal

Komunitas Musik Underground Gelar Konser Mini di Kijang. Uang Hasil Kegiatan Untuk Panti Asuhan

ilustrasi penggemar musik underground - purzuit

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN – Musik underground atau ada yang menyebutnya musik bawah tanah ternyata tidak melulu jingkrak-jingkrak dan teriakan cadas.

Juga tidak melulu penampilan gondrong dan sejumlah tato yang mengiasi badan.

Pemusik underground juga lekat dengan kehidupan sosial dan keinginan berbagi untuk sesama.

Itu dibuktikan mereka dalam konser mini Kijang Underground sesi VI pada Minggu (3/9/2017) malam.

Baca: Ada Bekas Luka Lebam di Tubuh dan Wajah. Santri Ini Diduga Tewas Karena Alami Penganiayaan

Baca: Berhasil Kabur ke Batam, Begini Cara Suami Indria Kameswari Lolos di Bandara

Baca: Lakukan Kesalahan Saat Latihan Berbaris. Siswi SMP Ini Dihukum Tampar. Trauma, Tak Mau Sekolah

Koordinator penyelenggara Kijang Underground, Silo, mengatakan, mereka berhasil mengumpulkan dana lumayan dalam konser mini Kijang Underground VI di Kijang City Walk.

"Semua dana yang terkumpul melalui aksi amal ini akan kita sumbangkan ke yayasan panti asuhan di Kijang,"kata Silo kepada Tribun.

Konser musik Kijang Underground Sesi VI mengambil tema Power of Unity. Silo mengatakan, tema itu semacam pesan untuk semua, bahwa kebersamaan adalah kekuatan.

"Kebersamaan itu saling menguatkan,"kata Silo dengan semangat.(*)

Penulis: Aminnudin
Editor: nandrson

Wanita Tewas Dalam Lemari Pernah Unggah Foto Bersama Pelaku, Sempat Usir dari Kos sebelum Dibunuh

Berita Populer