Kanal

Dongkrak PAD, Pemkab Anambas Bidik Pajak Katering Perusahaan Minyak di Palmatak!

Ilustrasi kawasan Palmatak - tribunbatam/septyan mulia rohman

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS- Upaya daerah dalam mendongrak pendapatan asli daerah terus dilakukan. Salahsatunya dengan membidik pajak katering perusahaan yang berada di Matak Base. Meski cukup menjanjikan, namun upaya untuk menarik pajak katering yang diketahui sudah menahun beroperasi di Anambas tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Baca: Heboh Pasien BPJS Meninggal, Direktur RSUD Bintan Kumpulkan Stafnya Termasuk IGD. Begini Hasilnya!

Baca: 1 Muharram 2017 - Ini Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Baru Islam 1439 H

Baca: Bikin Merinding! Setelah 7 Pawang Beri Sajen Kopi Hitam Ini, 2 Mayat Korban Buaya Menyembul Begini!

Kepala Badan Keuangan Daerah Azwandi bahkan harus pergi ke SKK Migas di Jakarta hanya untuk mendapat informasi ‎pemenang tender perusahaan yang menangani katering di base perusahaan yang bergerak pada bidang Migas itu. "Ada beberapa perusahaan yang kami sempat tidak ketahui siapa yang menangani terkait kateringnya. Kami bahkan sampai pergi ke SKK Migas untuk mencaritahu informasi ini," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (20/9/2017).

‎Pihaknya menjelaskan, beberapa perusahaan yang bergerak pada jasa katering kerap berganti-ganti sesuai dengan pemenang tender.. Meski mengklaim beberapa perusahaan yang menghandle jasa katering sudah rutin membayarkan pajak kateringnya kepada Pemerintah Daerah, namun Azwandi tidak mengelak masih ada perusahaan yang meminta keringanan untuk membayarkan pajak kateringnya.

"Pajak katering ini kan sifatnya self assesment. Jadi mereka yang menghitung sendiri. Saat kami telusuri, ada salahsatu perusahaan yang melayani jasa katering rupanya sudah kontra sejak bulan Mei 2012. Dalam surat mereka yang dikirim kepada kami (Pemerintah Daerah,red), nilai pajak katering mereka lebih kurang mencapai Rp 3 miliar lebih terhitung sejak bulan Mei 2012 sampai 2017 ini. Ini untuk satu perusahaan yang memiliki base di Matak saja," bebernya.

‎"Mereka pun membuat surat pernyataan yang intinya mau membayar secara mengansur dengan Jangka waktu. Intinya di tahun 2018 ini selesai," bebernya lagi seraya mengatakan terdapat sejumlah perusahaan yang melayani jasa katering di Matak Base yang beberapa diantaranya Gobel Dharma Sarana Karya (GDSK) dan Basitu Boga Service yang mulai beroperasi pada bulan September ini.

Tidak hanya membidik pajak katering perusahaan, Badan Keuangan Daerah pun mulai menerima pajak hotel dan restoran dari Resort Pulau Bawah. Besaran pajak yang masuk ke dalam kas daerah mencapai Rp 79.‎800.000,00 diterima mulai resmi dikomersilkan pada 31 Juli hingga 30 Agustus 2017 kemarin.

"Untuk Pulau Bawah pajak hotel dan restorannya sudah masuk. Target kami, untuk resort ini diprediksi bisa mendapat hingga Rp 1 miliar," ungkapnya. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer