Kanal

Pemilik Gudang Kasus Dugaan Beras Oplosan di Tanjungpinang, Jadi Tersangka. Ini Kata Kapolres

Pemilik gudang diperiksa penyidik Polres Tanjungpinang - TRIBUNBATAM/WAHIBWAFA

BATAM.TRIBUNNEWS.COM.TANJUNGPINANG - Polres Tanjungpinang tetapkan tersangka A pemilik gudang dan Swalayan Pinang Lestari dalam kasus pengoplosan beras.

Penentapan tersangka ini setelah penyidik memiliki bukti kuat pelaku melanggar undang-undang pangan dan perlindungan konsumen.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Barkoro menjelaskan bahwa pelaku tertangkap tangan saat sedang melakukan aksinya mengoplos beras.

Ada dua jenis beras yang dijual kemudian dikemas menjadi ukuran 5 kilogram.

Baca: Polisi Gerbek Gudang Beras Diduga Oplosan, Tapi Beras Tersebut Masih Dijual

Baca: Ternyata Pemalsuan Karcis Parkir Sudah Lama. Begini Pengakuan Wali Kota Batam

"Jadi beras merk Kita dicampur dengan beras Premium ‎merek Roda Emas. Dengan ukuran Roda emas 60 persen beras Kita 40 persen.

Jadilah beras Bulog premium dengan harga 52 ribu per lima kilogram," ujar Kapolres saat memberikan keterangan persnya di Mapolres Tanjungpinang Sabtu (23/9/2017) malam.

Beras merek kita diketahui produksi BUMN dengan bahan kandungan b‎eras bulog.

Tersangka mencampurkan beras bulog dan beras roda emas menjadi satu kemasan ukuran 5 kilogram dengan harga 52 Ribu.

Pelaku mendapat keuntungan 3-5 ribu per 5 kilogram.

Baca: VIRAL! Curhatan Ibu Muda Ini Bikin Heboh: Kalau Suami Tergoda Wanita Lain, Gw Bisa Apa

‎Saat itu Jumat (22/9) Polres yang mendapatkan informasi bersama Disperindag langsung menuju lokasi setelah adanya aduan dari masyarakat tentang aktifitas tersebut.

Saat digrebeg ditemukan tumpukan ratusan karung beras oplosan.

"Kita amankan langsung dengan penjaga gudang dan karyaran. Namun sementara ini satu orang pemilik gudang dan Swalayan kita tetapkan tersangka," katanya.(*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: nandarson

Viral Reaksi Ketum PSSI Edy Rahmayadi Menutup Wawancara Sepihak, soal Insiden Tewasnya The Jak Mania

Berita Populer