Kanal

WADUH! Gara-gara Tak Ada Obat, Seorang Warga Meninggal Usai Digigit Ular di Anambas

ilustrasi. Ular - internet

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - ‎Diduga ketiadaan obat, warga Kecamatan Palmatak meninggal dunia setelah dipatuk ular.

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Candi, Agus mengaku geram dengan kondisi ini, karena berhubungan langsung dengan warga ini.

"Ada dua kasus. Satu orang meninggal dunia karena dipatuk ular. Setelah dibawa ke Ladan agar mendapat pengobatan, ternyata tidak ada obat. Ini masalahnya. Saya kalau ada di situ, mungkin sudah pecah kaca tempat kesehatan itu," ujarnya, Rabu (18/10/2017).

Baca: WOW! Perayaan HUT ke-18 Pemkab Karimun Diwarnai 4 Rekor MURI

Baca: Agenda Gubernur dan Sekdaprov Kepri Hari Rabu Ini. Nurdin Basirun di Batam untuk Acara Ini

Tidak hanya itu, kekecewaan masyarakat akan pelayanan kesehatan, menjadi sorotan setelah Ketua RT di desa mereka memerlukan darah saat berobat di Rumah Sakit Lapangan (RSL) Palmatak.

Mereka kecewa setelah mengadukan hal ini ke Komisi III DPRD.

‎"Terpaksa harus mendatangkan dari Tarempa. Ini kan menjadi persoalan," katanya.

Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Abdul Haris tengah mencari regulasi agar ketersediaan ‎obat untuk penanganan seperti terkena gigitan ular.

Salahsatunya, dengan memasukkan anggaran obat tersebut ke biaya rutin rumahsakit maupun OPD terkait.

"Ini tengah kami kaji regulasinya. Jadi, kalau dari sepuluh obat tinggal tersisa lima, baru dibeli lagi. Sehingga, ketersediaan obat terus ada," katanya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: nandarson

Pengakuan Wanita Penabrak Anggota Polisi usai Terobos Rombongan Presiden Jokowi

Berita Populer