Kanal

Harus Bayar Pajak dan Denda Sebanyak Ratusan Juta. Pedagang Tarempa: Jujur Kami Tak Sanggup!

ilustrasi pajak - dok

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - ‎Pedagang di Tarempa keberatan dengan pembayaran pajak dan denda yang dibebankan kepada mereka.

Mereka menilai, pajak dengan denda yang harus mereka bayarkan, tidak sesuai dengan penghasilan mereka berjualan makan dan minum sehari-hari.

"Jujur tak sanggup kami kalau dibebankan sampai ratusan juta rupiah seperti itu. Yang beli dagangan kami ini paling juga buruh. Itu pun bisa dihitung pakai jari," keluh Inah (bukan nama‎ sebenarnya) seorang pedagang di Tarempa Minggu (29/10/2017).

Baca: Terungkap! Korban Gantung Diri di Kavling Kamboja Kasus Bunuh Diri. Ini Alasan Polisi!

Baca: Kirim Surat ke PLN, Pemkab Anambas Minta Kantor Bupati Prioritas Nyala! Ini Alasannya!

Tunggakan pajak dan denda yang diberikan kepadanya merupakan akumulasi pembayaran selama berbulan-bulan lamanya.

Per bulan, denda itu mencapai hampir puluhan juta rupiah per bulannya. ‎

Mereka pun, pada akhirnya meminta kemurahan hati Pemerintah Daerah dalam mengatasi permasalahan mereka ini.

"Kalau disuruh bayar seratus persen seperti itu, mana lah kami sanggup. Kami bayar pajak juga seperti yang lain. Kami cuma minta kebijakan pemerintah saja. Tak ada yang lain," katanya.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Kepulauan Anambas, Azwandi kepada sejumlah awak media mengatakan, akan berusaha mencari solusi terkait hal ini.

Pihaknya sebelumnya telah menyurati wajib pajak khususnya warga yang memiliki tempat usaha terkait rencana kedatangan BPKP ini.

"Dari sana, baru diketahui terdapat potensi yang harus dikeluarkan wajib pajak. Bagi objek pajak yang merasa keberatan, bisa mengajukan keberatan, untuk nanti dicarikan solusinya bersama. Apakah diberikan waktu dengan cara mengangsur atau yang lain," katanya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: nandrson

Video Viral Biduan Gendong Pengantin Pria di Pelaminan, Sang Artis Beri Penjelasan Lewat Instagram

Berita Populer