Kanal

Ini Penjelasan KPK Tahan Setya Novanto yang Masih dalam Perawatan Medis

Ketua DPR Setya Novanto memberikan keterangan kepada wartawan terkait penetapan dirinya sebagai tersangka kasus E-KTP oleh KPK di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/7/2017). - TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) resmi menahan Ketua DPR RI Setya Novanto.

Masa penahanan selama 20 hari terhitung mulai Jumat, hari ini, 17 November 2017 sampai dengan 6 Desember 2017, di Rutan Negara Klas I Jakarta Timur, Cabang KPK.

Namun, karena masih perlu perawatan lebih lanjut dan observasi medis akibat kecelakaan kendaraan, KPK memberlakukan pembantaran penahanan. Novanto dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Baca: Masih Dirawat, Setya Novanto Resmi Ditahan KPK di Jumat Keramat

Baca: Begini Gaya Zaskia Gotik dan Soimah saat Makan Durian Bareng, Aksinya Mengagetkan!

Baca: Live Streaming Leicester City Vs Manchester City - Pertandingan Penuh Beban Bagi The Foxes

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, dasar penahanan diatur dalam Pasal 21 KUHAP.

"Untuk penahanan itu ada dasar hukum pasal 21, ada alasan objektif dan sukbjektif," kata Febri, dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Alasan obyektif yakni terkait dengan ancaman hukum terhadap Novanto.

Alasan subyektif yakni, penyidik mempertimbangkan beberapa hal, misalnya tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatannya.

Baca: 2 Kali Digagalkan Malaysia, Posisi Indonesia Lebih Baik di Ranking FIFA

Selain alasan obyektif dan subyektif penyidik tadi, yang perlu diperhatikan dalam menahan tersangka yakni tersedianya bukti yang cukup.

KPK menyatakan, sudah mempunyai bukti yang cukup untuk menjerat Novanto. Apa saja bukti tersebut tidak dapat diungkap KPK secara detail. (*)

Artikel ini diterbitkan Kompas.com dengan judul Ini Alasan KPK Tahan Setya Novanto

Editor: Abd Rahman Mawazi

Aldi Novel Adilang Hanyut hingga ke Jepang: Saya Hanya Berdoa, dan Hiu Itu Pergi

Berita Populer