Kanal

Kades di Bintan Takut Pakai Dana Desa. Ini Penjelasan Ketua Tim Saber Pungli

Unit Saber Pungli Bintan berfoto bareng usai sosialisasi di Bintan Timur, Selasa (19/12/2017). - Tribunbatam.id

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Pada 10 Oktober 2017, Polri bersama Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa, Pembangunan Derah Tertinggal, Transmigrasi telah menandatangani nota kesepahaman mengenai dana desa.

Di nota itu diatur kerja sama terkait pencegahan, pengawasan, dan penanganan permasalah dana desa.

Namun, MoU mengakibatkan kepala desa takut menggunakan dana tersebut karena khawatir mereka akan kena ciduk aparat polisi gara-gara terindikasi salah olah dana desa.

Baca: Takut Pungli, Pak Lurah di Bintan Tanyakan Status Pemberian Durian Sekarung ke Tim Saber Pungli

Baca: ASTAGA. Tukang Bangunan di Pinang Suruh Murid SD Pegang Anu Lalu Dikasih Rp 2.000

Baca: Tahun Depan, Bintan-Tanjungpinang akan Terhubung Fiber Optic Bawah Laut

Baca: Razia Pekat Seligi di Jodoh, Polisi Amankan Juru Parkir. Ini Alasan Polisi

Problem ini terjadi di Kabupaten Bintan yang melakukan konsultasi kepada tim Saber Pungli Kabupaten Bintan.

"MoU sudah diteken beberapa bulan lalu. Tapi timbul permasalahan permasalah lain. Misalnya ada semacam kekhawatiran di kalangan kades karena merasa diawasi oleh polisi. Ada kepala desa sampai berniat tidak mau menyerap anggaran, takut salah nanti dan bermasalah hukum kelak," kata Ketua Saber Pungli Bintan melalui Kabagsumda Polres Bintan Suhaili, Selasa (19/12/2017). 

Kompol Suhaili menyampaikan hal itu di Bintan Timur di tengah acara Sosialisasi Unit Saber Pungli Kabupaten Bintan Kepada Aparatur Kecamatan Bintan Timur, Kecamatan Mantang dan Bintan Pesisir. Hadir sejumlah camat, lurah dan kades dan juga Jaksa Kejari Tanjungpinang. 

Halaman
12
Penulis: Aminnudin
Editor: Abd Rahman Mawazi

Ditemukan Tewas di Sawah, Mahasiswi Aceh Ternyata Dibunuh Pacar karena Alasan Ini

Berita Populer