Kanal

Modus Baru Transaksi Sabu di Pinang, Terungkap Seorang Pelaku Bekas Honorer Disdik Kepri!

Dua pelaku guntur (kaos putih) dan Yantular (kaos hitam) digiring oleh anggota Polres Tanjungpinang - tribunbatam/wahib waffa

TRIBUNBATAM. Id, TANJUNGPINANG- Dua orang diduga pemakai dan pengedar narkoba jenis sabu diamankan Satresnarkoba Polres Tanjungpinang pada Rabu (7/2/2018) dinihari pukul 00.10 WIB. Dua pelaku bernama Yantular diamankan di jalan Bakar Batu dan Guntur diamankan di jalan Sulaiman batu 8.

Baca: Mengagetkan! Bukan Daging, Inilah Menu Santap Siang Paling Terkenal Saat Pendidikan Komando Marinir!

Baca: Kenal di Facebook, Ngeri Anak SMP di Pinang Ini Dicabuli Teman FB-nya! Begini Pengakuan Pelakunya!

Baca: Terungkap! Kubilai Khan, Kaisar Agung Mongol Sepak Terjangnya Tersandung di Tanah Jawa!

Baca: Inilah 10 Negara Dengan Pasukan Militer Terkuat di Dunia! Nomor 7 Paling Mengejutkan!

Guntur sendiri merupakan pegawai Dinas Pendidikan Provinsi Kepri yang telah keluar kemudian menjajagi sebagai pengedar narkoba. Ia menjual belikan narkoba karena keuntunganya lebih besar dari pada bekerja sebagai honorer.

"Pernah bekerja disalah satu Dinas. ‎Keduanya kita amankan di tempat berbeda karena memiliki barang bukti diduga paket sabu," kata AKP Muhammad Djaiz Kasat narkoba Polres Tanjungpinang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (8/2).

Barang bukti masing-masing dari tangan pelaku, Yantular sebanyak 0,29 gram dan Guntur sebanyak 0,35 gram yang terbungkus didalam plastik bening.‎ Saat itu penangkapan diawali dengan adanya informasi dari masyarakat sesuai ciri-ciri pelaku.

"Mereka tak bisa mengelak barang bukti yang diamankan tak jauh dari tubuh korban. Awalnya YT dulu, setelah itu kita kembangkan kita pelaku lainya kemudian kita amankan pelaku kedua. Barang dari YT (Yantular) didapat dari ‎Guntur, " katanya lagi.

Dari hasil pemeriksaan lanjuta, Guntur mendapatkan barang tersebut da‎ri seseorang yang tidak diketahui identitasnya melalui sambungan telefon.

Saat bertransaksi Guntur hanya berbekal denah lokasi dan titik dimana diletakan barang tersebut. Ia pun membayar dengan meletakan uang disebuah tempat yang telah ditentukan pemasok tanpa berjumpa langsung.

Akibat dari perbuatanya, mereka harus mendekam disel tahanan Polres Tanjungpinang dan dikenakan pasal 112 ayat 1 junto pasal 132 UU narkotika nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer