Kanal

Jangan Terulang. Ini Saran Koordinator Advokasi P2TP2 Batam Terkait Kasus Pemerkosaan di Angkot

Kapolresta Barelang Kombespol Hengki melihat ke dalam angkot yang menjadi tempat terjadinya kasus pemerkosaan terhadap penumpangnya, Kamis (22/3/2018) lalu. - tribun batam/endra

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kasus pemerkosaan seorang karyawati di Batam beberapa waktu lalu menjadi perhatian serius semua pihak.

Seorang karyawati yang bekerja di sebuah perusahaan di Mukakuning, Kawasan Industri, diperkosa sopir angkutan kota yang ia tumpangi saat pulang dari tempat kerjanya

Melihat kejadian ini, tentunya akan menjadi ketakutan bagi penumpang perempuan yang biasa menggunakan angkutan umum saat berpergian.

Baca: Anda Dapat Missed Call dari Luar Negeri? Awas, Jangan Ditelepon Balik. Ini Bahayanya

Baca: Hasil Lengkap, Klasemen dan Top Skor Liga Inggris. Mohamed Salah Sudah 27 Gol

Baca: Kuota Calon Bintara Polri untuk Kepri 169 Orang. Ini Pesan Polresta Barelang untuk Calon Peserta

Koordinator Advokasi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2) Kota Batam, Friska, ikut prihatin atas kejadian tersebut.

Ia meminta kepada pihak terkait untuk memberantas tanpa pandang bulu segala tindak kejahatan.

"Saya pikir butuh kerja keras dari semua pihak pemerintah, dan penegak hukum. Jangan sampai bertambah korbannya baru mencari solusi. Cegah sebelum terjadi kembali sejak sekarang," katanya, Minggu (1/3/2018).

Solois tersebut disampaikannya, pihak kepolisian serta intasi terkait rutin melakukan razia dan pengecekan pada mode transportasi yang ada di Batam.

"Perlunya sinergi dalam hal ini. Dan ini menjadi tugas pemerintah, dan pihak kepolisian yang menjamin rasa aman dan nyaman masyarakatnya," ujarnya.(dra)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUNBATAM edisi Senin, 2 April 2018

Penulis: Endra Kaputra
Editor: nandrson

8 Pengakuan Tersangka Pembunuhan di Bekasi: Sakit Hati Dibangunkan saat Tidur Pakai Kaki

Berita Populer