Kanal

Kejari Tanjungpinang Bidik Kegiatan Fiktif di Disdik Kepri. Benarkah Hanya 'Kesalahan Administrasi'?

Kantor Kejari Tanjungpinang - tribunbatam.id

TRIBUNBATAM.Id, TANJUNGPINANG - Kejaksaan Negeri Tanjungpinang menyelidiki dugaan korupsi yang melibatkan pejabat di lingkup Dinas Pedidikan Kepri.

Beberapa pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut sudah diperiksa, bahkan ada yang sudah diperiksa dua kali.

"Masih kita lakukan proses penyelidikan. Sudah tujuh saksi kita periksa. Kita masih lanjutkan pemeriksaan saksi lainya," ungkap Benny Siswanto, Kepala Seksi Pidana Khsusus Kejari Tanjungpinang, Kamis (5/4/2018).

Tujuh orang yang dimintai keterangan itu adalah PPK M Dali, PPTK M Fansuri dan Heru.

Kemudian beberapa staf Disdik juga dipanggil, termasuk bendahara keuangan daerah dan juga inspektorat yang menemukan kasus ini.

"Kita malah sudah dua kali periksa sebagian saksi. Tentunya untuk melengkapi keterangan," tuturnya.

Selain itu, pihaknya mendalami rekomendasi Inspektorat Kepri tentang dugaan adanya "kesalahan administrasi" sehingga para pejabat yang bersangkutan mengembalikan uang senilai Rp 780 juta ke kas daerah.

"Kita tengah analisis itu. Apa benar seperti itu, kita perlu periksa aparat pengawasan internal pemerintah di inspektorat," katanya lagi.

Pihaknya belum mau menyimpulkan apakah memang hanya "kesalahan administrasi" atau ada unsur pidana korupsi dalam kasus ini.

Sebab, jika ada unsur korupsi, maka mengembalian uang tidak bisa menghapus pidana.

Informasi awal yang diperoleh, kasus ini diduga kegiatan fiktif kegiatan fiktif oleh Dinas Pendidikan Kepri yang merugikan negara senilai Rp 780 juta.

Namun belum diperoleh rincian kegiatan tersebut.

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Alfian Zainal

Ditemukan Tewas di Sawah, Mahasiswi Aceh Ternyata Dibunuh Pacar karena Alasan Ini

Berita Populer