Kanal

Bawaslu Minta Presiden Jokowi Tidak Bagi-bagi Sepeda. Lho, Kenapa Dilarang?

Seorang pelajar dan warga Galang bahagia mendapat sepeda dari Presiden Joko Widodo, Kamis (23/3/2017) sore. - Tribun Batam/Dewi Haryati

TRIBUNBATAM.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkenal sering bagi-bagi sepeda jika melakukan kunjungan kerja ke daerah.

Menyikapi itu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) meminta Jokowi tidak melakukan hal serupa jika nantinya berstatus sebagai calon presiden (capres).

Anggota Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan larangan tidak melakukan pembagian sepeda berlaku setelah ditetapkan sebagai capres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baca: Prabowo Masih Berhitung: Capres Lagi atau Usung Gatot Nurmantyo-Anies Baswedan

Baca: Mahfud MD Beri Kode Keras. Siap Menjadi Cawapres Jokowi dengan Syarat Ini

Baca: Terungkap. Jenderal Gatot Ingin jadi Presiden. Dia Melamar Partainya Prabowo

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, masa kampanye telah ditetapkan mulai  September 2018 hingga April 2019.

"Kalau kampanye tidak bisa bagi-bagi. Bagi-bagi sepeda nggak boleh. Kalau sudah menjadi calon presiden termasuk kampanye. Kalau sudah jadi capres dan sudah memasuki tahapan kampanye, kami sarankan tidak (bagi-bag)," tegas Bagja, Selasa (10/4/2018).

 Menurut dia, pada masa kampanye calon presiden hanya dapat membagi-bagikan bahan kampanye seperti kaos tutup kepala, kalender, dan jenis bahan kampanye lain yang diatur Peraturan KPU (PKPU).

Setiap bahan kampanye itu tidak boleh lebih dari harga satuan yang ditetapkan dalam PKPU.

Halaman
12
Editor: dwie sudarlan
Sumber: Tribunnews

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer