Kanal

CATAT! Ini Dia 4 Rahasia Tampil Maksimal Berbalut Busana Kultural

- ISTIMEWA

SEORANG perancang busana biasanya akan terus berkreasi untuk menampilkan sesuatu yang berbeda dan unik. Mampu menampilkan ciri khas dan corak berbeda akan menghadirkan kebanggaan tersendiri.

Seperti yang diutarakan Febierika pada pergelaran busananya terakhir kali di acara Bajafash 2018. Ia mengaku hasil rancangannya lebih dominan menggunakan batik gonggong karena menjadi ciri khas dari Kepri. Dan untuk rancangan secara keseluruhan lebih menampilkan sosok yang girly dan feminin.

"Trend sekarang lebih ke modern futuristik, tetapi untuk design lebih ke arah modern. Jadi temanya itu Cheerful Kepri," katanya.

Hal sama juga dilakukan Luhung Esa Pertiwi, fashion designer yang lebih mengarah ke fashion outfit muslim ini juga menyesuaikan dengan trend masa kini, seperti pamerannya yang terakhir di Mega Mall. Ciri khasnya lebih terlihat dari bahan yang digunakan. Yakni lebih dominan ke arah brokat dan satin.

"Wedding expo by Montigo Resort kemarin lebih identik ke baju wedding muslimah dan melayu modern. Terinspirasi busana wedding Malaysia," ujarnya.

Decy Ramona, fashion designer yang baru saja melakukan fashion show di International Fashion Week, Dubai mengangkat budaya Toraja, yaitu Pa' Tangke Lumu Toraja. Dengan mengembangkan ide-ide motif dari Toraja, Sulawesi Selatan.

"Keindahan Pa' Tangke Lumu' Situru yang biasa disingkat Pa' Lumu dibuat berbeda, berkesan mewah dan elegan. Dengan penambahan payet-payet dengan design lebih modern," ujarnya kepada Tribun melalui via telepon pada Senin (9/4/2018).

Keindahan Pa' Tangke Lumu' Toraja diambil dari kata Lumut yang mana bagi masyarakat Toraja mengartikan tentang keharmonisan keluarga yang hidup rukun. Selain itu digabungkan dengan motif daun sirih dan daun bolu. Hal ini dimaksud agar lebih hidup dan berwarna.

"Kalau desain tentu lebih modern. Tapi sifat kulturalnya tidak hilang. Contoh desainnya adalah sabrina, crop tee, dan ada juga yang bermodel dress," katanya.

Bahan-bahan yang bisa digunakan dengan mengangkat kultural adalah organdi, duches, balloteli. Jadi pemilihan bahan disesuaikan kebutuhan dan tujuannya. Karena bahan yang berkesan mewah tentu harus disesuikan tempat yang akan dituju. (*)

Tips
Mixed and Match Busana Bernuansa Kultural
1. Untuk penggunaan rok bermotif kultural, usahakan atasanya berbahan polos. Kamu bisa pilih model sabrina dengan bahan organdi untuk acara semi formal
2. Untuk acara non formal. Bisa gunakan baju bermotif kultural dengan bahan organdi. Dan bawahannya bisa celana jeans berwarna hitam
3. Untuk penggunaan motif kultural dipadukan dengan duches. Sangat cocok untuk acara formal atau informal, dan bisa ditambah dengan bahan brokat.
4. Begitu pula dengan bahan balloteli, sangat terlihat elegan untuk acara malam hari. Jika motif sudah ada di bahan balloteli. Tidak perlu penambahan bahan lainnya, karena sudah terkesan mewah. (ani)

Penulis: Andriani Mona
Editor: Tri Indaryani

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Berita Populer