Kanal

Kasus Dugaan Penipuan Honorer di Dishub Batam. NS Ngaku Sempat Setor ke Atasannya yang Dulu

NS menjalani sidang di PN Batam - TRIBUNBATAM/ZABUR A

TRIBUNBATAM.id, BATAM - NS terdakwa dalam perkara penipuan yang menawarkan honorer di Dinas Perhubungan Kota Batam, mengaku sempat menyetor uang ke atasannya yang dulu sebesar Rp 3 juta.

Hal ini terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Dalam sidang itu Jaksa Penuntut Umun (JPU) menghadirkan dua orang saksi masing-masing Deni Herawati Sari dan Ardian Septiano.

Baca: Suaminya Pernah Dipenjarakan, Istri Anwar Ibrahir: Awalnya Janggal Maafkan Mahathir tapi. . .

Baca: Pemko Batam Buka Bazar Sembako Ramadan. Dari Target 100 Konter, Baru 27 Konter Terisi. Berminat?

Baca: Yang Belum Dapat Tiket Mudik? 3 Maskapai Ini Dapat Izin Ekstra Flight dari Batam ke Sejumlah Kota

"Uang yang diberikan dari ibu Deni dan Ardian saya kasihkan kepada atasan saya Pak EP sebesar Rp 3 juta. Saya bilang uang ini dari calon honorer," kata Nurdin menjawab pertanyaan Majelis Hakim.

Nurdin mengaku saat itu memang di Dishub Kota Batam membuka lowongan, tapi tidak dipublikasikan dan hanya diinformasikan ke pegawai saja.

"Memang benar saya menawarkan untuk membantu agar AS dapat diterima sebagai pegawai honorer Dishub Kota Batan dengan dana sebesar Rp 25.000.000," kata Nurdin.

Nurdin menerangkan, uang sebesar Rp 15 juta dibayar diawal sedangkan sisanya sebesar Rp 10 juta dibayarkan setelah AS diterima bekerja.

Karena Deni Herawati Sari orangtua Ardian masih ragu kemudian pihaknya terus meyakinkan dengan mengatakan bahwa nanti setelah 5 tahun bekerja dapat dilakukan pengangkatan menjadi PNS dan terdakwa mengatakan jabatan terdakwa sebagai Kepala Administrasi di Dinas Perhubungan Kota Batam.

"Saya yakinkan lagi orangtua AS agar bisa secepatnya memberikan uang," katanya.

Nurdin mengaku tidak hanya AS, tapi ada 8 orang yang ditawarkan untuk menjadi pegawai honorer di Dishub Kota Batam.

Uang yang diminta berbeda setiap orang. Jumlah uang yang dipungutnya sudah lebih dari 80 juta. (bur)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: nandrson

Sebelum Tewas, Anak Korban Pembunuhan di Bekasi Tulis Surat: Mama Papa Maafin Kakak Sudah Buat Marah

Berita Populer