Kanal

Gatot Nurmantyo Posting Foto Saat Cium Tangan SBY. Ternyata Ini Alasannya

Gatot Nurmantyo mencium tangan SBY saat menghadiri acara buka puasa bersama di rumah Mantan Menko Perekonomian, Chairul Tanjung di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2018) lalu. - Istimewa

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA -  Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo angkat suara terkait fotonya saat mencium tangan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dilansir TribunWow.com, hal itu diungkapkan Gatot melalui akun Twitternya, @Nurmantyo_Gatot, yang diunggah pada Minggu (3/6/2018).

Diketahui, keduanya bertemu saat acara buka bersama yang diadakan mantan Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, di kediamannya, Sabtu (2/6/2018).

Baca: Ciri Malam Lailatul Qadar dan Orang yang Mendapatkannya. Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Baca: Indonesia U23 vs Thailand Imbang. Luis Milla Ngaku Tak Kecewa. Riko Simanjuntak: Terima Kasih Coach!

Baca: MOTOGP Italia - Marc Marquez Ungkap Penyebab Motornya Jatuh dan Gagal Naik Podium di Mugello

Gatot mengatakan cium tangan itu dalam bentuk penghormatan kepada SBY.

Mantan panglima TNI itu mengatakan bahwa SBY sudah menjadi orang tuanya sendiri.

"Saya ini prajurit, lahir dari keluarga prajurit, dan kini, saya pensiun setelah melengkapi bakti saya pada negara. Orang yang saya cium tangannya ini sudah seperti orang tua saya, Pak @SBYudhoyono memimpin bangsa ini 10 tahun sebagai Presiden," tulis Gatot Nurmantyo.

"Saya diberi kesempatan banyak oleh beliau. Dalam suasana Ramadan mari kita berdoa, Semoga Allah memberi beliau keberkahan umur ... Aamin”, imbuh dia.

Unggul di Survei

Sementara itu, dilansir dari Kompas.com, Alvara Research Center melakukan survei terkait persepsi masyarakat terhadap beberapa tokoh nasional yang diprediksi akan maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo termasuk dalam survei tersebut.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: TribunWow.com

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer