Kanal

Terkait Pajak Jadi Alasan Pertamina Tetapkan Harga Pertalite di Batam Paling Mahal se-Indonesia

Pertalite - TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pertamina membeberkan alasan mengapa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berada di posisi paling mahal dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Menurut Manager Communication and CSR PT Pertamina MOR I Rudi Ariffianto, mahalnya harga Pertalite di Provinsi Kepri akibat pemerintah provinsi menerapkan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) maksimum.  

Alhasil, di Batam dan Kepri harga Pertalite Rp 8.150 per liter. Sedangkan, harga Pertalite di daerah lain berkisar Rp 7.800 dan Rp 8.000 per liter.

Baca: Harga Pertalite di Batam Termahal se-Indonesia, DPRD Segera Panggil Pertamina dan Disperindag

Ditanya lebih detail, Rudi enggan merincikan berapa besaran nilai dari PBBKB yang diterapkan Pemprov Kepri hingga akhirnya harga jual BBM non-subsidi jenis Pertalite di Batam dan Kepri menjadi yang termahal se-Indonesia.

"Yang jelas saat ini kami telah melakukan penyesuaian harga BBM yang berlaku sejak kemarin, 1 Juli 2017," kata Rudi seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (3/7/2018).

Sebelumnya, menanggapi fakta ini, Ketua Komisi II DPRD Kota Batam Edward Brando mengatakan pihaknya akan memanggil Pertamina dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam.

"Informasi dari pemerintah pusat, penerapan harga BBM itu memang berbeda-beda. Pas kebetulan kita yang ada di Batam itu lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya. Kita akan panggil Pertamina dan Disperindag," kata Edward kepada TRIBUNBATAM.id, Selasa (3/7/2018).

Dalam dengar pendapat nantinya, dia menambahkan, bukannya untuk menolak harga Pertalite yang tinggi tersebut, melainkan meminta penjelasa mengapa Batam harganya lebih mahal.

"Biar masyarakat juga tak bertanya-tanya kenapa di Batam lebih mahal. Ini adalah suatu kewajiban kami untuk mengklarifikasi," jelasnya.

Kapan dengar pendapat akan digelar?

Brando mengatakan secepatnya.

"Secepatnya akan kita agendakan. Kami akan melengkapi administrasinya. Sesegera mungkin, agar masyarakat tidak kebingungan,"tegasnya.

Agenda dengan Pertamina akan segera dijadwalkan di Badan Musyawarah. Sama halnya dengan panggilan untuk Disperindag Batam. (*)

Editor: Sri Murni

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer