Kanal

Tampak Berpendar dari Jakarta, Di Manakah Tersimpan Harta Karun VOC di Gunung Salak?

Gunung Salak - via intisarionline

TRIBUNBATAM.ID-Dalam abad ke 18 VOC menerima berita-berita dari mata-mata mereka bahwa ada harta karun berjumlah besar di pedalaman.

Harta itu berupa tambang emas dan perak yang konon terletak di sebelah Selatan gunung Salak, Gede dan Parang, yang dapat terlihat jelas dari Jakarta pada waktu cuaca terang.

Meskipun nampaknya begitu terang dan dekat di mata, namun gunung-gunung itu pada masa itu jauh dan sukar dicapai.

Baca: Mengenal Tim Nanggala! Intelijen Tempur Kopassus Yang Sering Gunakan ‘Nama Wanita’ Sebagai Kode

Baca: Mengenal Jenderal Hoegeng, Kapolri Paling Legendaris di Kepolisian. Ini Sepak Terjangnya!

Baca: Jangan Panik! Penyakit Asam Urat Dapat Diatasi Pakai 3 Ramuan Alami! Ini Rahasia Membuatnya!

Baca: Mengintip Khasiat Tak Terduga Daun Jambu Biji. Ampuh Bantu Lawan Diabetes. Begini Caranya!

Jalan-jalan hampir tak ada; paling-paling hanya ada jalan setapak atau rintisan melewati hutan lebat, jurang dan ngarai terjal atau tempat-tempat yang belum pernah dijamah tangan manusia.

Di jaman pemerintahan Gubemur Jenderal Zwaardecroon akhirnya daerah yang diimpikan itu dapat dicapai dengan susah payah. Orang yang ditugaskan mengadakan ekspedisi adalah anggota Raad Ordinair Dirk Durven.

Durven ini seorang petualang dan pembual yang mengaku mempunyai pengetahuan banyak tentang pelbagai soal. Konon ia juga mempunyai hobby dalam ilmu kimia.

Tetapi karena persahabatannya dengan Zwaardecroon-lah ia berhasil mendapat tugas untuk memimpin tugas penjelajahan ke Gunung Parang.

Dalam perjalanan itu Durven disertai oleh bekas pekerja-pekerja tambang yang menjadi serdadu VOC di garnisun Batavia, pengukur tanah dan penunjuk jalan. Juga tak lupa diberi kawalan militer yang cukup, mengingat mereka harus melewati daerah-daerah di luar kekuasaan Kompeni.

Setelah beberapa kali tersesat dan mengalami banyak kesukaran, mereka akhirnya mencapai daerah yang dituju.

Gunung yang dari jauh menarik perhatian karena bentuknya yang khas itu menjulang dari tengah dataran yang rata.

Halaman
123
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Grid.ID

Aldi Novel Adilang Hanyut hingga ke Jepang: Saya Hanya Berdoa, dan Hiu Itu Pergi

Berita Populer