Kanal

WhatsApp Jajal Fitur Pendeteksi Tautan Mencurigakan, Spam Ini Targetnya!

Ilustrasi - Kolase/TribunVideo

TRIBUNBATAM.ID-Fenomena pesan spam di WhatsApp tak terelakkan. Pengguna kerap dikirimkan tautan berantai oleh teman, lantas ketika dibuka ternyata tak sesuai dengan judulnya.

Biasanya pengguna dialihkan ke situs palsu, atau bahkan situs yang mengandung virus berbahaya.

Masalah ini telah terjadi bertahun-tahun, namun baru sekarang WhatsApp menggodok solusinya.

Baca: Sidang Kasus Judi, Hakim PN Tanjungpinang Tegur Jaksa Dengan Nada Meninggi

Baca: Inilah 4 Kisah Istri Orang Terkaya di Dunia, Tangguh dan Pintar! Begini Kisah di Baliknya!

Baca: Jangan Panik! Penyakit Asam Urat Dapat Diatasi Pakai 3 Ramuan Alami! Ini Rahasia Membuatnya!

Baca: Soal Pleno Penetapan Walikota Terpilih Hasil Pilwako, KPU Tanjungpinang Tunggu Surat MK Ini

Layanan pesan singkat itu tengah menguji coba fitur yang dinamai “Suspicious Link Detection”.

Sesuai namanya, fitur tersebut membantu pengguna mendeteksi tautan-tautan mencurigakan.

Ketika pengguna menerima sebuah pesan yang berisi tautan, WhatsApp akan menganalisanya untuk kemudian diklarifikasikan sebagai tautan normal atau tautan mencurigakan.

Jika tautan itu dinilai mencurigakan, pesan akan ditandai dengan label merah bertuliskan “suspicious link”.

Tentu saja keputusan akhirnya ada di pengguna, apakah ingin tetap membuka tautan itu atau mengabaikannya.

Ilustrasi (Kolase/TribunVideo)

WhatsApp akan mengingatkan kembali ke pengguna ketika memutuskan membuka tautan mencurigakan.

“Tautan ini berisi karakter tak biasa. Mungkin tautan ini mencoba muncul sebagai situs berbeda,” seperti itu tulisan peringatan terakhir dari WhatsApp.

Pengguna lantas bisa memilih untuk terakhir kalinya untuk “open link” (membuka tautan) atau “go back” (kembali), sebagaimana dihimpun, Senin (9/7/2018), dari WABetaInfo.

Perlu dicatat, setiap kali WhatsApp menganalisa tautan yang Anda bagi atau terima, mekanisme kerjanya bersifat lokal.

Tak ada data yang dikirim ke server WhatsApp untuk mendeteksi karakter mencurigakan.

Fitur ini masih terus digodok oleh WhatsApp. Belum jelas kapan bakal dirilis untuk khalayak ramai. (Kompas.com)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribunnews

Jelang Pernikahan Mantan, Pria di Kalimantan Tengah Mengamuk Bunuh Bibi dan Ibu Kandungnya

Berita Populer