Kanal

Gaduh Penerimaan Siswa Baru! Kepala Disdik Kepri Ancam Copot Kepsek Nakal

Muhammad Dali Kepala Disdik Kepri - tribunbatam/thom limahekin

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA/SMK/MA dan SLB di Kepri sudah berjalan beberapa hari belakangan.

Hingga saat ini, Disdik Kepri baru menemukan beberapa keluhan yang mencolok. Keluhan-keluhan tersebut tengah disikapi oleh Kepala Disdik Kepri Muhammad Dali.

"Sejauh ini, ada beberapa keluhan orang tua. Satu yang mencolok adalah anak yang nilai SMP tinggi tidak lulus, sedangkan anak yang nilainya rendah justru lulus," ungkap Dali kepada TRIBUNBATAM.id, Selasa (10/7/2018) sore.

Baca: Pelaku Curanmor Tertangkap di Simpang Dam saat Hendak Beli Paketan Sabu

Baca: Bahagia Lihat Suami Nikah Lagi, Ungkapan Doa Akun Ini Viral. Begini Isinya!

Baca: Mengenal Tim Nanggala! Intelijen Tempur Kopassus Yang Sering Gunakan ‘Nama Wanita’ Sebagai Kode

Baca: Anda Waswas Kena Serangan Jantung? Jangan Panik! Coba Sentuh Ujung Kaki Anda Seperti Ini!

Dali bersama tim sedang melacak praktik tersebut pada sekolah-sekolah di Kepri. Jika praktik itu ditemukan di sejumlah sekolah maka dia tidak segan-segan mengambil sikap tegas terhadap kepala sekolahnya. Tindak tegas ini sudah dikonsultasikannya kepada Gubernur Kepri H Nurdin Basirun.

"Kalau ada sekolah bermain, saya langsung pecat. Saya tidak main-main. Pak Gubernur juga sudah tegaskan itu. Karena kita sedang dipantau Ombudsman dan KPK," kata mantan Kabid SMK di Disdik Kepri ini.

Keluhan tersebut muncul di tengah kekurangan ruang kelas (lokal) di sejumlah sekolah dalam menampung peserta didik baru. Sebab, peserta didik baru yang mendaftar tidak sebanding dengan daya tampung ruang kelas yang ada.

Dali menyebutkan, beberapa sekolah di Batam dan Tanjungpinang dikategorikan masuk garis merah karena banyak peserta didik baru yang mendaftar tetapi tidak sebanding dengan jumlah ruang kelas. Misalnya, SMAN 1, SMAN 3, SMAN 5 dan SMAN 8 di Batam serta SMAN 1 dan SMAN 2 di Tanjungpinang.

Mascot PPDB Online (DIKBUD)

"Pak Gubernur sudah berikan arahan untuk menambah lokal tetapi sesuai Permendikbud. Ada penambahan satu lokal, bahkan ada juga penambahan sampai lima lokal sesuai dengan kasusnya," jelas Dali.

Menurut Dali, kekurangan ruang kelas tersebut diakibatkan oleh selisih peserta didik yang baru tamat dari SMP sederajat di Kepri. Awalnya, jumlah peserta didik tersebut diperkirakan sebanyak 26.000 orang. Padahal jumlah sesungguhnya bisa mencapai 29.000 orang.

"Lagi pula, tingkat pendaftaran peserta didik baru pun tidak merata di kabupaten/kota. Di Batam dan Tanjungpinang, jumlah peserta didik baru banyak. Sedangkan di daerah lain pesertanya justru kurang," ujar Dali.

Kepala Disdik Kepri itu menegaskan, dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan menghindari permainan PPDB maka diterapkan PPDB online ini dipantau oleh KPK dan Ombudsman.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 tentang PPDB dilakukan menurut perangkingan nilai UN, SMA menurut zonasi dan SMK sesuai daya perangkingan dan seleksi internal sekolah mengacu kepada daya tampung sekolah. Kelebihan daya tampung diarahkan ke sekolah lain.

"Untuk meringankan beban daya tampung Disdik Kepri akan mengajukan usulan penambahan ke pemerintah. Hendak dapat dimaklumi semua pihak," tandas Dali. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Agoes Sumarwah

Kronologi Anggota The Jak Mania Tewas Dikeroyok Oknum Suporter Persib, sempat Minta Tolong

Berita Populer