Kanal

Rampas Tas Korban Newton Batam, Polisi Tembak Betis Pelaku Curas Kabur ke Belakang Padang

Pelaku curas di Batam ditembak betisnya saat kabur ke Belakang Padang, Rabu (11/7/2018) - tribunbatam/eko setiawan

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Pelaku pencurian dengan kekerasan meringis kesakitan ketika sebutir timah panas bersarang di kedua betisnya.

Yusnadi (32) warga Belakang Padang ini terpaksa harus dilumpuhkan tim Macan Barelang karena melawan petugas saat diamankan.

Pelaku yang ditemui di Mapolresta Barelang, Rabu (11/7/2018) siang mengaku sangat menyesali perbuatanya tersebut. Ia mengaku kapok mencuri dan berjanji kepada polisi tidak akan mengulanginya lagi.

Baca: Orangtua Belum Bayar Uang Sekolah, Anak-anak TK Ini Dikunci di Ruang Bawah Tanah

Baca: TNI AU Nyaris Tembak Jatuh Jet Tempur AS Penyusup Setelah Kepergok Nyelonong ke Bawean!

Baca: Senjata Dilucuti, Polisi di Meksiko Kini Bersenjata Ketapel. Ini Alasan Sebenarnya!

Baca: Mengenal Jenderal Hoegeng, Kapolri Paling Legendaris di Kepolisian. Ini Sepak Terjangnya!

"Ampun pak, saya tak buat lagi. Saya menyesal," sebutnya sambil meringis kesakitan.

Ia dilaporkan oleh seorang wanita pekerja Toko bernama Novia Fardia kepolresta Barelang karena mencuri tas saat Novia sedang menutup toko tempat dia bekerka di kawasan komplek Newton, Batam pasa 28 Juli 2018 lalu.

Saat itu, tas ia letakan di atas motor, sementara Novi berdiri di pintu toko untuk mengunci pintu. Novi tidak berani melawan lantaran kawasan tersebut sepi, apalagi dia seorang perempuan.

Pelaku curas di Batam ditembak betisnya saat kabur ke Belakang Padang, Rabu (11/7/2018) (tribunbatam/eko setiawan)

Di dalam tas yang dibawa kabur Yusnadi berisi dua unit handphone dan uang sebesar Rp 480 ribu.

"Saya kepepet uang, saya lihat dia sedang sibuk tutup ruko kemudian tasnya saya ambil dan bawa kabur," sebutnya.

Usai melakukan aksinya, pelaku kemudian kabur ke Belakang Padang. Beberapa hari ia bersembunyi disana dan akhirnya diamankan petugas kepolisian.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan membenarkam adanya penangkapan tersebut. Menurut Andri, pelaku terpaksa harus dilumpuhkan petugas karena memcoba melawan petugas saat diamankan.

"Kita sudah tahu perintah Kapolri. Untuk kasua kejahatan jalanan tidak ada ampun bagi para tersangka. Apalagi pelaku ini sudah membahayakan anggota, dia mencoba melawan. Terpaksa kita lumpuhkan," tegas Andri. (*)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Agoes Sumarwah

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer