Kanal

Terbaru! Golkar Tak Masalah Bila Jokowi Memilih Cawapres Non Partai. Inikah Calonnya?

Presiden Jokowi bersama Ketua DPR Bambang Soesatyo - ISTIMEWA

TRIBUNBATAM.ID,  JAKARTA-Politisi Golkar yang menjabat Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan partainya menyerahkan sepenuhnya penentuan Calon Wakil presiden kepada Joko Widodo, akrab disapa Jokowi.

Golkar tidak masalah bila Jokowi kemudian memilih Cawapres dari Parpol lain atau bahkan dari kalangan non Parpol.

"Apakah nanti kalau di luar partai ada nama Pak Mahfud MD, Pak Moeldoko, mungkin juga Pak Tito, Pak Syafruddin, mungkin ada bapak-bapak yang lain termasuk Pak Budi Gunawan ya monggo," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (11/7/2018).

Baca: Rampas Tas Korban Newton Batam, Polisi Tembak Betis Pelaku Curas Kabur ke Belakang Padang

Baca: TNI AU Nyaris Tembak Jatuh Jet Tempur AS Penyusup Setelah Kepergok Nyelonong ke Bawean!

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko (KOMPAS.com/Fabian Januarius Kuwado)

Baca: Survei LSI: Tiga Kombinasi Nama Ini Bakal Jadi Lawan Kuat Jokowi di Pilpres 2019

Baca: Jelang Pencapresan! Cawapres Ideal Jokowi versi LSI Denny JA, Mengerucut pada Empat Tokoh Ini

Bamsoet mengatakan dukungan Golkar kepada Jokowi untuk maju dalam Pilpres 2019 sudah mantap. Sehingga, Golkar mempercayakan sepenuhnya kepada Jokowi untuk menentukan Cawapresnya.

"Bagi Golkar kita percayakan sepenuhnya pada pak Jokowi untuk memimpin negara ini sekali lagi dua periode dan memberikan kepercayaan sepenuhnya untuk menentukan wakilnya," katanya.

Meskipun demikian pihaknya menurut Bamsoet akan sangat senang dan berterima kasih bila Jokowi kemudian memilih Cawapres dari Partai Golkar yakni Airlangga Hartarto.

Presiden Jokowi bersama Ketua DPR Bambang Soesatyo (ISTIMEWA)

Airlangga menurut Bamsoet memiliki kompetensi untuk menjadi Cawapres.

Sebelumnya bursa Cawapres Jokowi semakin mengerucut menjelang pendaftaran Capres dan Cawapres pada Agusutus mendatang.

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan bahwa dari daftar panjang Cawapres Jokowi, kini sudah masuk pada daftar prioritas yang tinggal 3 hingga 5 nama saja.

"Kalau daftar prioritas yang mengetahui ibu Ketum (Megawati) dan pak Jokowi saja," kata Hendrawan, Selasa kemarin, (10/7/2018).(*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribunnews

Haringga Sirla Tewas Dikeroyok, Bermula dari KTP Korban Dirazia Sejumlah Suporter Persib Bandung

Berita Populer