Kanal

STTI Tanjungpinang Wajibkan Mahasiswa Punya Cap Paspor dari Negara Non-Melayu Sebelum Sidang Skripsi

Mantan Ketua MK Profesor DR Mahfud MD menerima cinderamata dari Ketua STTI Tanjungpinang Louis Frederick didampingi Gubernur Kepri H Nurdin Basirun di kampus STTI Tanjungpinang, Sabtu (14/7/2018) siang. - tribun batam

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-  STTI Tanjungpinang menerapkan persyaratan yang tidak biasa kepada mahasiswa yang akan sidang skripsi.

Ketua STTI Tanjungpinang Louis Frederick mengatakan, pihaknya mewajibkan setiap mahasiswa  menunjukkan cap paspor negara lain yang bukan berbahasa Melayu jika hendak sidang skripsi.

Hal tersebut merupakan syarat mutlak bagi semua mahasiswa yang sudah akan tamat.

"Saya juga mencari lapangan pekerjaan di beberapa perusahaan luar negeri untuk mahasiswa. Mereka akan menjalani masa praktik kuliah di luar negeri," ujar Louis, di sela-sela orasi akademik Mantan Ketua MK Mahfud MD di kampusnya, Sabtu (14/7/2018).

Baca: 30 Menit Orasi di STTI Tanjungpinang, Mantan Ketua MK Mahfud MD Merasa Berada di Tempat yang Tepat

Baca: VIDEO: Mahfud MD Disambut Kompang saat Kunjungi Kampus STTI Tanjungpinang

Baca: Didampingi Gubernur Kepri, Kedatangan Mahfud MD ke STTI Tanjungpinang Disambut dengan Kompang

Selama ini STTI Tanjungpinang sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan Jepang.

Louis sendiri mencari dana untuk membiayai perjalanan dan kebutuhan hidup mahasiswa tersebut selama berada di Jepang.

"Sekolah menalangi dahulu biaya itu. Nanti setelah mereka terima gaji saat bekerja di perusahaan asing itu baru mereka bisa mencicil. Kan selama praktik kuliah, mereka terima gaji," ungkap Lois.

Selain itu, pihaknya juga menerapkan sistem perkuliahan yang berbasis teknologi dan mengikuti perkembangan global.

Sebagai contoh, STTI Tanjungpinang menerapkan sistem daftar hadir di kampus menggunakan kartu elektronik baik untuk dosen maupun mahasiswa.

"Jadi, baik mahasiswa maupun dosen mengisi daftar hadir dengan kartu elektrik,"katanya. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Sri Murni

Aldi Novel Adilang Hanyut hingga ke Jepang: Saya Hanya Berdoa, dan Hiu Itu Pergi

Berita Populer