Kanal

Jadi Admin Mendadak Grup WhatsApp, Mahasiswa Ini Dipenjara. Begini Kejadiannya

Ilustrasi - via Kompas.com

TRIBUNBATAM.ID-Seorang mahasiswa di India harus mendekam dipenjara selama lima bulan karena menjadi admin grup WhatsApp.

Junaid Khan (21) harus menjalani kurungan atas pesan tidak pantas yang diteruskan ke grup, di mana ia menjadi admin "dadakan" setelah admin aslinya keluar dari grup WhatsApp.

Kepada pihak berwajib, Junaid mengaku tidak mengirim pesan yang dimaksud. Pihak keluarga pun bersikeras jika Junaid hanya korban sistem "admin by default" di WhatsApp.

Baca: Tolak Pakai Rompi Antipeluru, Begini Perintah Soeharto ke Pengawalnya saat ke Bosnia

Baca: Terungkap! Inilah Senjata Andalan Kopassus Lumpuhkan Pasukan Khusus Amerika: Durian!

Baca: Simak! Inilah Kumpulan Lengkap Contoh Soal Tes CPNS 2018, Unduh dan Baca Syarat-syaratnya

Baca: Inilah Kisah Mata Hari, Mata-mata Cantik Keturunan Jawa yang Mengguncang Eropa!

Sistem tersebut memungkinkan jika admin asli atau akun yang membuat grup keluar dari grup dan tidak ada admin lainnya, maka jabatan admin dilimpahkan ke anggota grup secara acak.

Menurut keluarga, Junaid hanya anggota dari grup tersebut sebelum admin aslinya bernama Irfan, keluar dari grup setelah meneruskan pesan tidak pantas.

"Junaid memang anggota grup tapi dia bukan admin. Ketika masalah tersebut dikasuskan, dia sedang berada di Kota Ratlam untuk urusan keluarga," ujar sepupu Junaid, Farukh Khan.

Ilustrasi (via Kompas.com)

Farukh mengatakan ketika pesan yang dipermasalahkan tersebut dikirim ke grup, Junaid belum menjadi admin. "Kami mendatangi anggota polisi senior dan mengadukan masalah ini ke nomor pengaduan kementrian tapi tidak berhasil.

Tidak ada yang mau mendengarkan kami jika dia (Junaid) bukanlah admin saat postingan tersebut dikirim," jelas Farukh. Polisi berdalih jika tindakan yang diambil berdasarkan bukti yang telah mereka miliki.

Kepolisian Kota Talen, Distrik Rajgarh, negara bagian Madhya Pradesh, mengaku menerima aduan dari warga soal postingan grup WhatsApp dengan admin bernama Irfan serta admin lainnya.

Ketika kasus ini diusut, Junaid telah menjadi admin grup WhatsApp yang diadukan tersebut. Salah satu anggota polisi yang menangani kasus tersebut, Yuvraj Singh Chouhan mengaku jika saat investigasi berlangsung, tidak ada pihak keluarga yang mengatakan bahwa Junaid adalah admin pengganti.

Halaman
12
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com

Kronologi Lengkap Mahasiswi Dibunuh Pacar di Aceh, Diajak Jalan hingga Pelaku Kabur ke Rumah Ipar

Berita Populer