Kanal

Dua Anggota Bawaslu Kepri Terseret Kasus Dugaan Gratifikasi ke Timsel

Ilustrasi - tribunnews batam / istimewa

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Dua anggota Bawaslu Kepri diterpa kasus dugaan gratifikasi ke tim seleksi (timsel). Kini kasusnya ditangani Polres Tanjungpinang menyusul laporan seorang warga beberapa waktu lalu.

Keduanya, yakni Rosnawati dan Idris. Mereka dikabarkan memberikan barang tertentu kepada Suradji, Riama Manurung dan seorang anggota timsel lainnya.

Baca: Berpilar Tinggi, Inilah Kemewahan Rumah Inneke yang Terjerat Kasus Tangkap Tangan KPK

Baca: Inilah Kisah Mata Hari, Mata-mata Cantik Keturunan Jawa yang Mengguncang Eropa!

Baca: Di Batam Bayi Dibuang di Tempat Sampah, Di Riau Janin Disembunyikan Dalam Jok Motor

Baca: Inilah Wujud Rumah Mewah Inneke yang Digeledah KPK, Hanya Berjarak 1,3 KM dari Lapas Sukamiskin

Ditanya soal ini, Rosnawati enggan berbicara banyak. Dia menyerahkan penanganan perkaranya ke pihak kepolisian.

"Silakan ditanyakan saja kepada pihak kepolisian. Saya sudah memberikan keterangan," ucap Rosnawati kepada TRIBUNBATAM.id, Kamis (25/7/2018) malam.

Senada Idris, anggota Bawaslu Kepri lainnya. Dia mengaku juga sudah memberikan keterangan resmi ke Polres Tanjungpinang.

"Kita tunggu saja hasil gelar perkara polisi, karena ini sudah masuk ranah hukum. Saya sudah memberikan keterangan resmi di Polres. Jadi mari sama-sama kita hormati penegak hukum," tulis Idris melalui pesan WhatsApp.

Terpisah, Suradji anggota timsel Bawaslu Kepri belum memberikan konfirmasi soal ini. Pertanyaan yang dikirim TRIBUNBATAM.id melalui pesan WhatsApp, Kamis malam hanya dibaca namun belum dibalas hingga Jumat (26/7/2018) pagi.

Sedangkan Riama Manurung melalui pesan WhatsApp menyerahkan kasusnya ke pihak kepolisian.

"Tunggu saja hasil gelar perkara yang dilakukan oleh polisi. Karena ini sudah masuk ranah hukum. Saya sudah memberikan keterangan resmi di Polres. Jadi, mari sama-sama kita hormati proses hukum. Jangan lagi beropini atau berasumsi. Negara kita ini berdasarkan hukum," tegas Riama.

Kabar dugaan gratifikasi menyebar setelah anggota Bawaslu Kepri terpilih mengundang beberapa anggota timsel ke kantor Bawaslu Kepri di Jalan Kamboja, Tanjungpinang.

Pada satu bagian dari pertemuan itu, mereka memberikan barang tertentu kepada timsel yang baru saja menyeleksi rekrutmen anggota Bawaslu Kepri.

Hal itu sempat diabadikan melalui jepretan kamera. Hasil jepretan itulah yang kemudian menyebar ke mana-mana sampai dugaan kasus gratifikasi ini mencuat ke publik. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Agoes Sumarwah

Beredar Isi Percakapan Asusila Kepsek SMAN 7 Mataram yang Menyeret Baiq Nuril

Berita Populer