Kanal

Inilah 4 Kisah Inspiratif di Balik Uang Recehan. Nomor 3 Berangkat Haji Bermodal Receh

Warga menghitung uang tabungan Mbah Legi terdiri pecahan koin dan uang di Dusun Dipan, Desa Troketan, Kecamatan Pedan, Klaten, Jawa Tengah - Kompas.com/dokumentasi Andi Setyawan

3. Menabung untuk berangkat haji

Saat ada niat, maka akan ada jalan. Itulah ungkapan yang pas bagi Safuan Azis (64), seorang tambal ban asal Kelurahan Mangunharjo RT 002 RW 002, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

Safuan dan isterinya, Musharofah, akhirnya bisa meraih impian mereka untuk naik haji. Mereka berdua tercatat di Kloter 70 Kota Semarang dan akan berangkat pada 6 Agustus 2018 nanti dari Embarkasi Donohudan.

Safuan menceritakan, pada tahun 2008 dirinya dan isterinya, mulai menabung untuk biaya menunaikan ibadah haji. Sedikit demi sedikit uang dari hasil kios tambal ban dan bensin eceran miliknya ditambah upah isterinya yang bekerja di pabrik, mulai terkumpul.

Pada tahun 2011, dengan membawa uang Rp 50 juta, sebagian dari hasil menjual sepeda motor miliknya, Safuan mendaftarkan untuk naik haji baginya dan isteri tercintanya.

"Tahun 2011, kami mendaftar dengan uang tabungan Rp 50 juta. Setelah 7 tahun menunggu, kami akhirnya berangkat," ujar Safuan, saat ditemui di tempat kerjanya, Rabu (25/7/2018).

4. Menabung receh di galon, pasangan suami isteri di Mojokerto dapat Rp 60 juta

Indah pada waktunya, itulah mungkin ungkapan yang pas bagi keluarga pasangan suami isteri di Mojokerto, Moh Zaka (31) dan Agustine Wirastianingsih (31).

Mereka mungkin tidak menyangka bahwa jumlah uang receh mereka kumpulkan selama 5 tahun telah mencapai Rp 60 juta.

Maksud hati tidak ingin membongkar 12 galon uang receh milik mereka, namun pada akhir 2017, Zaka mendapat kabar bahwa rumah ibundanya di Palembang terbakar.

Halaman
1234
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer