Kanal

Tekan Impor BBM dan Bahan Kimia, Pemerintah ingin Hidupkan Lagi Kilang TPPI tapi Terkendala Utang

Kilang Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang berlokasi di Tuban, Jawa Timur. - istimewa

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Pemerintah akan menghidupkan dan mengoptimalkan kilang Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang berlokasi di Tuban, Jawa Timur.

Ini bakal menjadi strategi menurunkan impor bahan kimia dan bahan bakar minyak (BBM).

Namun, upaya ini terkendala besarnya utang TPPI.

Keputusan menghidupkan TPPI keluar pasca rapat Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Plt Dirut Pertamina Nicke Widyawati, Senin (6/8/2018).

"Jika (utang) sudah di-clear-kan, perusahaan bisa berjalan," katanya.

PT Perusahaan Pengelola Aset mencatat total utang TPPI pada 2012 sebesar Rp 17,88 triliun kepada 362 kreditur.

Baca: Kepala BP Batam Lukita Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kepri Tahun Ini Bisa 5 Persen

Baca: Chevron Tersingkir, Mulai 2021 Blok Rokan Riau akan Dikelola Pertamina

Baca: TERUNGKAP! Inilah Alat Jarak Jauh yang Dipasang Pengelola SPBU untuk Kurangi Takaran BBM Konsumen

Utang terbesar ke PT Pertamina senilai Rp 6,57 triliun.

Kilang TPPI bisa menghasilkan BBM dan bahan kimia, sehingga bisa mengurangi impor dua komoditas tersebut.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor bahan kimia organik sepanjang semester I 2018 mencapai 3,26 miliar dolar AS, naik 10,9 persen dibanding periode sama tahun lalu hanya 2,94 miliar dolar AS.

Jumlah itu menyumbang 4,35 persen terhadap seluruh impor non migas.

Pada periode sama, impor hasil minyak mencapai 12,17 miliar dolar AS, turun 11,03 persen year on year (YoY).

Jumlah itu berkontribusi 14,94 persen terhadap total impor.

Issa Rahmatawata, Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan mengaku belum tahu skema yang akan digunakan untuk menyelesaikan utang-utang tersebut.

"Nanti dalam waktu segera akan diundang Pak Menko (Menko Perekonomian Darmin Nasution)," jelas Issa. (kontan.com/Sinar Putri S.Utami) 

Editor: Sri Murni
Sumber: Kontan

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer