Kanal

Banyak Perusahaan Tutup, Jumlah Koperasi Karyawan di Batam Menyusut 359 Unit

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam Suleman Nababan - tribunnews batam/leo

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Hengkangnya beberapa perusahaan di Batam membuat jumlah koperasi karyawan juga menurun.

Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Batam, sebanyak 359 koperasi karyawan yang tidak aktif lagi.

"Dari 989 koperasi yang ada saat ini, hanya 630 koperasi yang aktif sampai tanggal 31 Desember 2017," kata Kepala Dinas KUKM Batam Suleman Nababan, Rabu (8/8/2018).

Ia melanjutkan koperasi sendiri dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan kebutuhan dan kepentingan masyarakat Batam.

Ada dua jenis koperasi, yaitu koperasi karyawan dan koperasi masyarakat.

Koperasi karyawan adalah koperasi dikelola oleh perusahaan tempat karyawan bekerja.

Sedangkan koperasi masyarakat adalah koperasi yang di berdirikan oleh masyarakat.

Suleman kembali melanjutkan, jumlah koperasi di Batam tiap tahunnya mengalami peningkatan. Namun banyak pula koperasi yang sudah didirikan tidak mengalami perkembangan.

Baca: Warga Tiban Koperasi Tetap Minta Kolam Retensi Lama Digali Lagi dan Tolak Pembuatan Kolam Baru

Baca: BP Batam Janji Kolam Resapan Air di Tiban Koperasi akan Dibuka Lagi, Unjuk Rasa pun Bubar

Baca: Warga Tiban Koperasi Kesal dan Kecewa Belum Ada Keputusan Soal Kolam Resapan Air

"Jumlahnya tiap tahun itu sendiri naik sebenarnya. Tapi kan ya gitu banyak yang tidak mengalami pertumbuhan,hingga koperasi tersebut mati," katanya.

Ia kembali menjelaskan, jumlah koperasi karyawanlah yang banyak mengalami penurunan di Batam dikarenakan banyaknya perusahaan yang hengkang dari Batam.

"Seperti contoh PT. Sanyo di Batamindo, begitu perusahaannya tutup, koperasi karyawannya juga tutup," ujarnya.

Suleman kembali menjelaskan, adanya program kementerian yang harus mengedepankan kualitas dari kuantitas, dan lebih mengutamakan pengembangan koperasi yang benar-benar ingin maju dalam usaha.

"Banyak koperasi yang tutup dikarenakan kurangnya kualitas kepengurusan koperasi itu sendiri. Misalnya, pengurus koperasi pulang kampung, tentu koperasi tersebut tidak berjalan dan tutup. Karena intinya anggota koperasi itu ingin dapatkan pelayanan, tetapi kurang peduli dengan koperasinya," ujar Suleman.

Suleman berharap kepada masyarakat yang ingin membuat koperasi agar lebih mengutamakan kualitas produksi, dan kualitas kepengurusan koperasi itu sendiri.

"Tingkatkan kualitas produksi dan manajemen koperasi, karena tanpa adanya kualitas, maka tidak akan berkembang koperasi tersebut," ungkapnya.(drs)

Editor: Sri Murni

Jelang Pernikahan Mantan, Pria di Kalimantan Tengah Mengamuk Bunuh Bibi dan Ibu Kandungnya

Berita Populer