Kanal

Sandiaga Uno Dituding Bayar PKS dan PAN Rp 500 Miliar, Sekjen Gerindra: Saya Cek Dulu

Pertemuan Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo di Kertanegara, Jakarta, Senin (30/7/2018) - TWITTER/GERINDRA

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani membantah tudingan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief bahwa Sandiaga Uno membayar Rp 500 miliar ke PAN-PKS untuk jadi cawapres Prabowo Subianto.

"Saya kira enggak benar, saya akan cek dulu," ujar Muzani ditemui di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018).

Muzani pun mengakui jika nama Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut dikonsultasikan dengan partai-partai koalisi.

Baca: Elite Demokrat Marah: Mental Prabowo Jatuh Ditubruk Uang Sandiaga Uno

Baca: Kubu Prabowo Optimistis Cawapres Dapat Ditentukan Rabu Malam Ini

Baca: Jokowi Bertemu Ma’ruf Amin, Pastikan PKB Tetap dalam Koalisi Pilpres 2019

Selain nama Sandiaga Uno, ia juga menyebut nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Sampai dengan tadi ada dua nama, Pak AHY dan Pak Sandi. Kemudian nama-nama itu dikonsultasikan dengam partai-partai konsultasi PKS, PAN dan tentu saja Partai Demokrat dikonsultasikan dari pagi hingga siang hingga malam ini dan hasilnya ya malam ini," ungkap Muzani.

Sebelumnya diberitakan, Wasekjem Partai Demokrat Andi Arief menyebut Sandi menyetor Rp 500 miliar ke PAN-PKS untuk jadi cawapres Prabowo melalui akun Twitternya.

Opsi duet Prabowo-Sandi memang makin kuat menjelang detik-detik pendaftaran capres.

"Sandi Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp 500 M menjadi pilihannya untuk cawapres," sebut Andi kepada wartawan, Rabu (8/8/2018).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Jawab Tudingan Sandiaga Uno Bayar PKS dan PAN Rp 500 Miliar, Sekjen Gerindra: Saya Cek Dulu"

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews

Kronologi Polisi Gadungan Perkosa Siswi SMK di Hadapan Pacar, Berawal Kepergok Mesum di Warnet

Berita Populer