Kanal

Kapal Penumpang Kandas di Karimun. Begini Analisa BMKG Batam: Penyurutan Laut Capai 1,2 Meter

Kapal KLM Cipta Baru I kandas di perairan Selat Riau Karang, Galang, Batam, Senin (25/12/2017). - ist

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Batam merilis analisa cuaca saat terjadinya peristiwa kapal penumpang SB Kurnia Jaya I berisikan 66 penumpang kandas di sekitar perairan Karimun, Minggu (19/8/2018) pagi.

Kasi Data dan Informasi BMKG Kota Batam, Suratman mengatakan berdasarkan hasil analisis sinoptik angin pada umumnya bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 6-15 Knot.

Ia mengatakan keadaan cuaca di sekitar perairan Pulau Moro, Kecamatan Moro, Kabupaten karimun pada saat kejadian umumnya berawan dengan liputan awan tipis-tipis.

Baca: Kapal Penumpang Kandas di Perairan Karimun. Penumpang Anak-anak 8 Orang Selamat

Baca: Kapal Kandas Dekat Gedung Gonggong! Cari Ada Tidaknya Kebocoran Kapal, Terpaksa Semen Dibongkar!

Baca: Cuaca Buruk Jadi Alasan Nakhoda Kandaskan KM Lestari Maju di Perairan Selayar

Saat itu gelombang laut pada kisaran 0,1 – 0,75 meter dan dapat mencapai maksimum 1 meter.

"Pada saat kejadian berdekatan dengan waktu surut air laut minimum memang," kata Suratman kepada TribunBatam.id, Senin (20/8/2018).

Sementara itu kata Surartman, berdasarkan data pengamatan synoptik di BKMG Karimun sekitar jam 10.00–12.00 WIB, kondisi cuaca berawan dengan kecepatan angin rata-rata 4-5 Knot dari arah tenggara ke selatan dan suhu udara antara 30 hingga 31 Derajat Celcius.

Cuaca dari data citra radar cuaca pada tanggal 19 Agustus 2018 pukul 12.00 WIB diperoleh informasi sebagai berikut:

1. Kondisi cuaca cerah (tidak terjadi hujan) di wilayah Perairan Moro, Kabupaten Karimun.

2. Citra Satelit pada pukul 11.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, di sekitar perairan Moro menunjukkan kondisi berawan tipis-tipis.

3. Tinggi gelombang laut umumnya berkisar antara 0.1 – 0.75 meter dengan maksimum dapat mencapai 1 meter di wilayah Perairan
Moro dan sekitarnya.

Suratman juga mengatakan pada 19 Agustus 2018 perairan Tanjungbalai Karimun dapat terjadi penyurutan air laut minimum 1,2 meter.

Hal itu berdasarkan buku Daftar Pasang Surut Kepulauan Indonesia 2018 dari Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut. (*)

Penulis: Dewangga Rudi Serpara
Editor: Rachta Yahya

Kronologi Polisi Gadungan Perkosa Siswi SMK di Hadapan Pacar, Berawal Kepergok Mesum di Warnet

Berita Populer