Kanal

Mahfud MD Didekati Tim Prabowo, Ini Kata Yenny Wahid

Direktur Wahid Institute, Yenny Wahid saat membawakan pidato singkat pada acara perayaan Natal dan Tahun Baru 2017 MPR-DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/1/2017). - KOMPAS.com/Nabilla Tashandra

TRIBUNBATAM.id - Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, mulai didekati kubu Prabowo Subianto untuk kepentingan pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Pada Sabtu (18/8/2019), bakal calon anggota legislatif (bacaleg) Partai Gerindra, Sudirman Said bertemu dengan Mahfud MD di kediamannya di Sleman, Yogyakarta.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Zannuba Arrifah Chafsoh Rahman Wahid atau Yenny Wahid, meminta semua pihak agar tidak berandai-andai.

"Kata siapa. Konfirmasi ke Pak Mahfud dulu jangan berandai-andai. Setahu saya Pak Mahfud belum ada rencana macam-macam," kata Yenny Wahid, Minggu (19/8/2018) malam.

Meskipun begitu, dia memberikan dukungan kepada Mahfud atas semua keputusannya. Dia menilai, Mahfud sebagai orang pintar dan mempunyai kemampuan nalar luar bisa serta dapat menentukan sikap.

Baca: Said Didu dan Sudirman Said Temui Mahfud MD - Goda Pindah “Klub”

Baca: Menurut Mahfud MD, Inilah Keistimewaan Jokowi yang Susah Dijatuhkan Lawan Politiknya

Selain itu, kata dia, publik menghargai Mahfud sebagai sosok yang menghargai keutuhan bangsa. Hal ini terlihat dari sikap dewasa yang bersangkutan setelah tidak jadi ditunjuk sebagai bakal calon wakil presiden untuk mendampingi Joko Widodo.

"Apapun keputusan pak Mahfud kita hargai dukung. Dari semua kemarin proses politik yang terjadi saya bersyukur telah lahir sosok seperti Mahfud MD. Yang terbaik saja buat pak mahfud. Itu kita hargai," kata dia.

Dia menilai, batalnya Mahfud MD itu merupakan hak prerogatif dari bakal calon presiden, Joko Widodo. Belakangan, Jokowi memilih ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf Amin.

Menurut dia, Maruf Amin dan Mahfud MD mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Nantinya , kata dia, waktu yang menentukan kualitas kedua orang tersebut. Siapa yang paling tepat untuk kebutuhan bangsa. "Itu hak preogratif presiden," tambahnya.

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribunnews

Video Mesumnya Diputar di Kelas dan Tersebar, Siswi Berprestasi di Karawang Terpaksa Pindah Sekolah

Berita Populer