Kanal

Dituntut 12 Tahun dan Ganti Rugi Rp 55 Miliar, Begini Reaksi Nasihan

Nasihhan (baju biru) menyalami Jaksa Andre Antonius - TRIBUNBATAM/WAHIB WAFA

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Mohammad Nasihan, terdakwa kasus korupsi dana Penyertaaan dana asuransi Pemko Batam ke PT BAJ dituntut hukuman lebih tinggi dibanding Safei, temannya yang juga seorang hakim.

Sidang yang rencananya berlangsung Senin (20/8/2018) siang, baru dapat diselenggarakan pada malam hari.

Menggunakan kemeja berwarna biru, Nasihan datang dan langsung duduk di kursi pesakitan setelah ketua majelis hakim Corpioner mempersilakan duduk.

Sidang saat itu pun dibuka. Nasihan masih terlihat tenang. Jaksa dipersilakan untuk membacakan tuntutan.
Jaksa saat itu sempat berdiskusi bahwa isi tuntutan terdapat 800 halaman.

Setelah itu diperoleh kesepakatan bahwa tuntutan dibacakan berdasarkan kesimpulan saja.

Baca: Viral! Kisah Perjuangan Siswa SMA hingga Berhasil Menikahi Guru Fisikanya

Baca: Pasar Induk Jodoh Bakal Dibongkar, 86 Kios Siap Direlokasi

Baca: 4 Kesalahpahaman Orangtua Ini Picu Anak Kurang Aktivitas Fisik

"Secara sah dan meyakinkan terdakwa telah melakukan tindak Pidana korupsi dan dinyatakan bersalah. Memohon kepada majelis hakim untuk memberikan hukuman selama 12 tahun penjara, denda 600 juta dan subsider 6 bulan kurungan penjara," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Kepri Hartam didampingi Andre Antonius saat membacakan tuntutan didampingi Andre Antoniusdi PN Tanjungpinang.

Lebih lanjut Andre Antonius membacakan tuntutan secara bergantian dengan Hartam.
Selain itu, terdakwa juga dikenakan uang pengganti senilai Rp 55 miliar. Uang tersebut merupakan bagian dari kerugian negara.

"Uang pengganti sebesar Rp 55 miliar dan dikurangi dari aset terdakwa yang telah disita senilai 14 miliar berupa rumah yang di Jakarta dan tanah yang berada di Yogjakarta. Jika tidak dapat mengganti maka harta benda milik terdakwa akan disita. Jika harta benda tidak mencukupi maka terdakwa akan dikenakan kurungan penjara pengganti UP selama 6 tahun penjara," kata Andre.

Terdakwa sebagaimana pasal 3 undang-undang nomor 31 tahun junto pasal 18 junto pasal 55 tentang pidana korupsi dinyatakan bersalah melanggar pasal tersebut.

Mendengar tuntutan tersebut terdakwa akan mengajukan pledoi. Selain itu ada permintaan yang diajukan ke majelis hakim. (*)

*Baca berita terkait di Tribun Batam edisi Rabu 22 Agustus 2018

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Tri Indaryani

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer