Kanal

BP Batam Optimis Investor Meningkat, Taofan Sebut Galangan Kapal Mulai Bergairah

Pabrik galangan kapal masih jadi primadona investor di Batam 2012 - tribunnewsbatam.com/argyanto

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Seiring rasa optimisme pimpinan BP Batam, kalau investor di Batam akan semakin meningkat, ditunjukkan dengan beberapa hal.

Kasubdit Humas BP Batam, Mohamad Taofan mengatakan, saat ini beberapa sektor usaha di Batam mulai bergeliat kembali, bahkan ada yang mulai tumbuh.

Seperti galangan kapal yang dulunya menjadi andalan Batam. Tak mau menyebut nama perusahaan yang dimaksudnya, Taofan mengatakan beberapa perusahaan galangan kapal saat ini sudah mendapat pesanan untuk pembuatan kapal tongkang. Jumlahnya tidak hanya satu atau dua, tetapi lebih dari itu.

"Ada beberapa perusahaan yang mengerjakan satu proyek bersama. Di luar itu, ada juga satu perusahaan yang mengerjakan pesanan 13 kapal tongkang," kata Taofan kepada Tribun, Rabu (22/8/2018).

Selain galangan kapal, industri kreatif di Batam juga mulai berkembang. Ia memberi contoh dengan kehadiran Kinema Studio. Batam sudah bisa menjadi tempat pembuatan film yang patut dipertimbangkan.

"Film Buffalo itu contohnya. Kualitasnya juga sudah internasional," ujarnya.

Baca: Kepala BP Batam Minat Investor Singapura Semakin Meningkat

Baca: UIN Sunan Kalijaga Simpan Data di IT Centre BP Batam

Baca: BP Batam Bakal Bentuk Unit Khusus Pariwisata, Ini Bocorannya!

Termasuk juga dari peminat-peminat di bidang star up yang mulai melirik Batam. BP Batam sendiri punya PDSI (Pusat Data dan Sistem Informasi) yang mendukung untuk itu.

"Dari laporan di PTSP-pun begitu. Data investasi yang masuk bertambah. Hampir seimbang antara yang dari dalam negeri dan luar negeri," kata Taofan.

Namun untuk berapa angka pasti investor baru tersebut, pihaknya belum bisa memberikan data. Lantaran masih menunggu peralihan dari sistem lama ke sistem baru, Online Single Submission (OSS) saat ini.

"Kita belum bisa menarik datanya. Tapi dari jumlahnya meningkat," ujarnya.

Dengan kembali bergeliatnya sektor usaha tersebut ditambah dengan beberapa sektor usaha baru yang mulai tumbuh dan berkembang, Taofan yakin bisa berdampak pada tersedianya lapangan pekerjaan bagi masyarakat Batam. Hal itu juga bisa berdampak pada menurunnya jumlah pengangguran.

"Seperti pak Lukita sampaikan, adanya perusahaan baru, investasi jelas meningkat, efek dominonya, banyak tenaga kerja yang dibutuhkan. Sampai kapan? Kami belum bisa memperkirakannya," kata Taofan.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo optimistis investasi yang masuk ke Batam akan tumbuh lebih kencang lagi. Hal itu seiring dengan diluncurkannya Online Single Submission (OSS).

Kehadiran OSS menjadi salah satu bukti komitmen pemerintah ingin memberikan kemudahan perizinan bagi masyarakat, dan investor. Sejak diluncurkan Juli lalu, hingga saat ini setidaknya sudah ada 179 pelaku usaha yang mendaftarkan izin usahanya lewat OSS. Ada yang berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Penanaman Modal Asing (PMA) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Meski begitu, pihaknya tetap memfasilitasi pelaku usaha dalam pengurusan izin. Dengan demikian, jika ada kendala bisa segera diselesaikan. Di luar OSS, BP Batam mencatat rencana investasi pendaftaran penanaman modal yang masuk periode Januari-Juni 2018 sebesar 391 juta US dollar. Sedangkan realisasi izin usaha pada semester I 2018 sebesar 124 juta US dollar. Targetnya hingga akhir tahun nanti investasi yang masuk ke Batam sebesar 751 juta US dollar. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Zabur Anjasfianto

Kronologi Lengkap Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi yang Dilakukan Haris Simamora

Berita Populer