Kanal

Hindari Merokok saat Menyembelih Hewan Kurban. Ini yang akan Terjadi

Foto ilustrasi. Warga melakukan pemotongan hewan kurban. - Tribunnews Batam/ Hadi Maulana

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN - Tim Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Bintan menggelar pelayanan pengawasan pemotongan hewan kurban di 7 kecamatan di Bintan, Rabu (22/8). Tim beranggotakan dokter hewan dan paramedis veteriner.

Kepala Dinas Pertanian Bintan, Supriyono melalui Kasi Hesehatan Hewan Dinpar Bintan drh Iwan Berri Prima mengatakan, pelaksanaan pengawasan pemotongan hewan kurban yang mereka lakukan bermacam-macam.

Baca: Para Pedagang Mulai Distribusikan Hewan Kurban Pesanan Warga dan Instansi Jelang Idul Adha 1439 H

Baca: Tak Cuma Jual, Peternak di Temiang Juga Layani Jasa Pemotongan Hewan Kurban

Baca: Pemotongan Hewan Kurban di Masjid Darul Ishlah Mediterania Gunakan Cara yang Lebih Baik

Dimulai dengan pemeriksaan ante mortem sebelum hewan disembelih dan pemeriksaan post mortem setelah hewan disembelih.

Pemeriksaan antemortem meliputi pemeriksaan perilaku dan pemeriksaan fisik hewan sebelum dipotong. Pemeriksaan post mortem dilakukan sesudah hewan dipotong. Pemeriksaan dilakukan dengan teliti dan hati hati.

"Alhamdulillah, hasil pemeriksaan kita di lapangan menunjukan tidak ditemukan adanya hewan berpenyakit. Artinya hewan kurban yang diperiksa semua sehat dan tidak ada gejala penyakit hewan menular berbahaya dan zoonosis,"kata Iwan kepada Tribun.

Jadi, masyarakat bisa menikmati empuk dan lezatnya daging kurban tanpa perlu takut dan khawatir.

Namun, Iwan memberikan sedikit catatan buat warga yang hendak berkurban. Di beberapa tempat kata dia masih ditemukan perilaku masyarakat yang memotong daging kurban sambil merokok. Selain itu ada yang bahkan alas daging kurban menggunakan sepatu atau sandal. Untuk yang ini jangan dilakukan.

"Kami sarankan jangan. Hindari rokok dan selama proses pemotongan upayakan alas potong hewan bersih dan steril dari sandal atau sepatu,"kata Iwan.

Kebiasan merokok saat memotong hewan memang kerap ditemukan. Dan ternyata tidak bagus baik untuk kualitas daging kurban maupun dalam rangka higienistas. Sangat diharapkan perilaku ini tidak terjadi lagi kedepannya.

Selanjutnya, untuk menutupi kekurangan tenaga dokter hewan, Dinas Pertanian Bintan telah bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI). Total tim yang terlibat dalam pemeriksaan sebanyak 13 orang. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Ucu Rahman

Video Sel Asli Setya Novanto Diunggah Najwa Shihab, Nazaruddin Ikut Tepergok di Dalamnya

Berita Populer