Kanal

Cadangan Minyak Terungkap, Saudi Batalkan Penjualan Saham Aramco. Ini Bocorannya

Ilustrasi kilang minyak Saudi Aramco - via kontan.co.id

TRIBUNBATAM.ID-Ini kabar teranyar dari rencana initial public offering (IPO) Saudi Aramco.

Empat senior dari industri perminyakan membocorkan kepada Reuters, Arab Saudi telah membatalkan rencana pencatatan saham Aramco, baik di pasar saham domestik maupun pasar saham internasional. Nilai IPO Aramco digadang-gadang merupakan yang terbesar di sepanjang sejarah.

Baca: Heboh Dugaan Pemerkosaan di Kecamatan Siantan, Begini Reaksi Aktivis Perempuan di Anambas

Baca: Krisis Diplomatik, Terus Ditekan China Dua Negara Ini Terancam Tinggalkan Taiwan

Baca: Kabarnya Penerimaaan CPNS Akhir Agustus, Termasuk di Kepri. Begini Jawaban BKD Pemprov

Baca: Inilah Perbandingan Kekayaan Keluarga Kerajaan Saudi dan Kerajaan Inggris, Saudi Lebih Kaya!

Dua sumber juga mengatakan, berkaitan dengan hal itu, penasihat finansial IPO sudah dibubarkan. Kini Arab Saudi lebih fokus untuk mengajukan proposal akuisisi saham strategis perusahaan produsen petrochemical Saudi Basic Industries Corp 2010.

Audit terbaru menemukan cadangan minyak Aramco melebihi angka dalam laporan. "Keputusan untuk membatalkan IPO sudah diambil beberapa waktu lalu. Namun, tak ada satu pun pihak yang mau mengungkapkannya. Sehingga, pernyataan akan diumumkan bertahap, mulanya menunda baru kemudian dibatalkan," jelas salah satu sumber Saudi yang mengetahui detil masalah ini.

Hingga Reuters menurunkan berita ini, Saudi Aramco tidak segera memberikan respon atas email yang dikirimkan. Pemerintah Saudi juga tidak merespon permohonan adanya pernyataan terkait Aramco di tengah libur panjang perayaan Idul Adha.

Proposal IPO Aramco merupakan bagian utama dari rencana reformasi yang dipimpin oleh Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman, yang bertujuan untuk merestrukturisasi perekonomian kerajaan dan mengurangi ketergantungan Arab Saudi terhadap pendapatan minyak.

Pangeran mengumumkan rencana untuk melego sekitar 5% saham Aramco pada 2016 lewat pencatatan saham di dalam negeri dan internasional. Waktu itu, dia memprediksi,

nilai total keseluruhan perusahaan mencapai US$ 2 triliun atau lebih. Sejumlah pengamat pada industri perminyakan juga mempertanyakan apakah valuasi yang sangat tinggi itu realistik atau tidak.

Bursa saham di sejumlah pusat finansial termasuk London, New York dan Hong Kong berlomba-lomba untuk menjadi tempat pilihan penjualan saham Aramco.

Pasukan bankir dan pengacara mulai bersaing keras untuk memenangkan peran penasihat dalam IPO. Karena hal ini dilihat sebagai pintu gerbang ke sejumlah kesepakatan lain yang mereka harapkan akan mengalir dari program privatisasi kerajaan.

Sebelumnya, sumber juga mengatakan kepada Reuters, Bank internasional JPMorgan, Morgan Stanley dan HSBC, akan bertindak sebagai koordinator global. Sementara, bank investasi butik Moelis & Co dan Evercore dipilih sebagai penasehat independen. Adapun firma hukum White & Case sebagai penasehat hukum.

Halaman
12
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kontan

Wanita Tewas Dalam Lemari Pernah Unggah Foto Bersama Pelaku, Sempat Usir dari Kos sebelum Dibunuh

Berita Populer