Kanal

Imunisasi MR Di Tanjungpinang Capai 41 Persen, September Kembali Dilaksanakan

Seorang murid mendapatkan imunisasi Measles dan Rubella (MR) di Sekolah Pelita Nusantara Tanjungpinang pada Rabu (1/8/2018) pagi. - tribun batam

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG- Sampai saat ini sekitar 24 ribu anak di Kota Tanjungpinang sudah diimunisasi Measles dan Rubela (MR). Jumlah tersebut mencapai 41 persen dari target 56.031 anak.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang Rustam. Menurutnya imunisasi akan terus dilaksanakan sampai selesai.

Imunisasi secara massal tetsebut sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia sembilan tahun sampai 15 tahun tampa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.

"Imunisasi ini sifatnya wajib bagi anak lelaki dan perempuan. Tujuannya untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap penularan penyakit campak dan rubella yang dapat menimbulkan kecacatan dan kematian," katanya, Jumat (24/8).

Menurutnya untuk menyukseskan program tersebut perlu dukungan dari semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat. Imunisasi MR ini dilakukan dua tahap yakni Bulan Agustus di sekolah dan September di fasilitas kesehatan seperti Posyandu, Puskesmas dan Rumah Sakit.

Kegiatan ini menyasar 56.031 anak di Tanjungpinang. Jumlahtersebut terdiri dari siswa SMP 11.811 anak, SD dan MI 25.330, TK dan PAUD 4.781, Posyandu dan posbang sasaran 13.961 dan SMK, SMA dan anak usia 7-15 yang tidak sekolah.

Baca: Tanjungpinang Dapat Penghargaan 10 Kota Imunisasi Terbaik di Indonesia

Baca: Imunisasi Campak dan Rubella, Dinkes Tanjungpinang Sasar 56.031 Anak! Ini Manfaatnya!

Baca: Beri Pemahaman Pentingnya Imunisasi. Dinkes Tanjungpinang Temui Orangtua Siswa di Sekolah

Untuk hukum imunisasi dengan vaksin tersebut, saat ini sudah ada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 33 tahun 2018. Dalam fatwa tersebut para ulama bersepakat untuk membolehkan (mubah) penggunaan vaksin Measles Rubella (MR) yang merupakan produk dari Serum Institute of India (SII) untuk program imunisasi saat ini.

Menurutnya adanya Fatwa Nomor 33 tahun 2018 tersebut telah memberi kejelasan. Sehingga tidak ada keraguan lagi di masyarakat untuk bisa memanfaatkan vaksin MR dalam program imunisasi yang sedang dilakukan saat ini sebagai ikhtiar untuk menghindarkan buah hati dari risiko terinfeksi penyakit Campak dan Rubella yang bisa berdampak pada kecacatan dan kematian. (iwn)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Zabur Anjasfianto

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer