Kanal

Sidang M Nasihan: Pengacara Heran Ancaman Sampai 18 Tahun Penjara

Suasana sidang M Nasihan beberapa waktu lalu. Dari sisi samping Jaksa yang menyidangkan yakni Andre Antonius, Silvia dan Hartam - TribunBatam/Wahib Waffa

TRIBUNBATAM.Id, BATAM - Tim Kuasa hukum M Nasihan, terdakwa kasus korupsi terkait dana asuransi PT BAJ dari para pegawai negeri dan honorer Pemko Batam, menyatakan bakal mendampingi kliennya dalam sidang yang akan berlangsung di PN Tanjungpinang, Senin (27/08/2018) ini.

Setelah sidang tuntutan pada minggu lalu, M Nasihan, terdakwa yang sebelumnya merupakan pengacara dari PT BAJ terkait dengan asuransi PNS dan tenaga kerja honorer Pemko Batam, akan menjalani sidang lanjutan Senin (27/08/2018) ini dengan agenda pembelaan atas tuntutan jaksa.

Baca: Penasihat Hukum M Nasihan Cium Banyak Keganjilan

Baca: Dituntut 12 Tahun dan Ganti Rugi Rp 55 Miliar, Begini Reaksi Nasihan

Baca: Kasus BAJ Batam! Tersangka Nasihan Segera Disidangkan, Berkas Dakwaan Selesai Disusun!

Dalam rilis yang diterima Tribunbatam.id, Minggu (26/08/2018), Tim Kuasa Hukum M Nasihan memang cukup kaget dengan tuntutan jaksa, yakni 12 tahun penjara, ditambah dengan uang ganti rugi atau penjara enam tahun, serta denda Rp 600 juta atau penjara 6 bulan.

Heri Perdana Tarigan SH CLA dan Prasetyo Utomo, mewakili tim kuasa hukum Nasihan yang juga antara lain terdapat nama-nama seperti DR Sudiman Sidabukke SH, Mhum, Hematang Septinus SH, dan M Pilipus Tarigan SH, itu menyatakan ada sejumlah hal yang janggal dalam perkara ini.

Selain terkesan dipaksakan dalam kasus pidana, kejanggalan lain dalam proses hukum ini, yakni mengenai penyitaan terhadap rumah milik istri terdakwa, yang diperoleh dan selesai proses jual belinya sebelum terdakwa menangani perkara sengketa perdata antara PT BAJ dengan Pemko Batam.

“Rumah Tersebut dibeli dan telah lunas tanggal 12 Februari 2013, sedangkan terdakwa menjadi kuasa hukum dari Dr Agus Hartadi selaku direktur Utama PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya pada 1 Agustus 2013. Bagaimana mungkin objek yang tidak ada kaitannya dengan PT AJB dikait-kaitkan dengan perkara ini,” ucapnya lagi.

Dengan adanya kejanggalan-kejanggalan itu, tim kuasa hukum Nasihan menyatakan meminta agar majelis hakim bisa bisa melihat fakta dengan jernih, sehingga putusannya sesuai dengan ketentuan hukum dan hati nurani.

Majelis hakim sendiri telah mengagendakan pembelaan pada sidang kali ini.
"Jadi semua akan membacakan nota pembelaan masing-masing. Baik terdakwa maupun pengacara secara terpisah demi keadilan," kata Corpioner ketua Majelis hakim PN Tanjungpinang kepada Tribun.(*)

Penulis: Purwoko

Video Detik-detik Harimau Muncul di Pasar hingga Terjebak di Kolong Ruko, Memangsa Kambing dan Ayam

Berita Populer