Kanal

Perkenalkan Diri Silahkan, Tapi Tidak Bawa Embel-embel Parpol. Bawaslu Batam Kunjungi Tribun Batam

Komisioner Bawaslu Kota Batam saat berfoto bersama dalam kunjungan ke Tribun Batam, Senin (27/8/2018) - TRIBUNBATAM/ZABUR

TRIBUNBATAM-.id, BATAM-Sebelum massa kampanye, semua calon legsilatif (caleg) baik di tinggkat Kota/Kabupaten, Provinsi, maupun DPR RI dan DPD tidak boleh membawa logo partai, nomor partai maupun nomor urut caleg saat memasang iklan baik itu di media massa maupun baliho serta spanduk.

Selain itu juga visi, misi dan program yang akan ditawarkan kepada warga juga dilarang tampil dalam iklan maupun pemberitaan di sebuah media massa.

Demikian disampaikan Ketua Bawaslu Kota Batam, Syailendra Reza Irwansyah Rezeki dalam kunjungannya ke Tribun Batam, Senin (27/8/2018) sore.

Reza panggilan Ketua Bawaslu Kota Batam itu datang ke Tribun Batam ditemani tiga orang komisioner Bawaslu Kota Batam masing-masing Mangihut Rajagukguk, Bosar Hasibuan dan Nopialdi.

Sementara kedatangan Bawaslu Kota Batam itu disambut Wakil Pimred Tribun Batam, Richard Nainggolan, Purwoko (koodinator Liputan), Agus Tri Harstanto (manager produksi), Mairi Nandarson (manager online) dan Nurus Sahada (asst manager iklan).

Dalam diskusi santai itu, masalah pencitraan dan curi start kampanye mendapatkan perhatian khusus. Apalagi dalam sebuah berita bakal caleg (bacaleg) yang memaparkan visi, misi dan program di suatu media, sudah merupakan pelanggaran pemilu dan dapat di pidana.

"Jika ditulis orangnya silahkan saja, namun jika ada menyebutkan visi, misi serta program itu sudah merupakan pelanggaran pemilu yang bisa dipidana," kata Reza.

"Teman-teman harus paham dulu arti kampanye. Dalam undang undang No.7 tahun 2017 pasal 1 ayat 35 yang dinyatakan bentuk kampanye itu sendiri merupakan partai politik yang sudah ditetapkan," ujarnya.

Reza mengatakan, dalam satu undang-undang disebutkan bentuk kampanye merupakan pencitraan diri serta mengajak dengan membawa lambang partai politik.

"Temasuk dalam iklan di media massa, baik cetak, online maupun elektronik. Silahkam perkenalkan diri, tapi tidak boleh menyebutkan visi, misi dan program. Apalagi nama parpol serta nomor urut dan dapil. Itu tidak dibernarkan Undang-undang dan masuk dalam pidana," katanya.

Baca: Baliho Tidak Boleh Ada Embel-embel Parpol. Ini Kata Bawaslu Terkait Pencitraan Bacaleg

Baca: Kader Parpol Lakukan Pencitraan, Bawaslu Siap Turunkan Baliho

Baca: AWAS! Anggota Parpol Masih Lakukan Pencitraan Pakai Baliho, Ini Ancaman Sanksi Bawaslu

Halaman
12
Penulis: Zabur Anjasfianto

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer