Kanal

Takut Ketahuan, Elmayuni Sembunyikan Mayat Bayinya Selama Seminggu di Kamar Kosong

Kasus penemuan mayat bayi di tempat sampah di Batam. EN, ditetapkan sebagai tersangka (kanan) - TRIBUNBATAM/ALFANDI SIMAMORA

TRIBUNBATAM,id.BATAM - Aksi Elmayuni Nababan yang tega membuang darah dagingnya ke tempat sampah di depan rumah kosnya akhirnya terungkap lewat rekonstruksi yang digelar Polsek Batuaji bersama Kejaksaan, Senin (27/8/2018).

Dalam rekonstruksi tersebut, Elmayuni memperagakan saat dirinya sampai di Batam melalui pelabuhan Internasional Batam Centre, Rabu (18/7/2018) dan dijemput kekasihnya Herman Harianja.

Dari pelabuhan Batam Centre mereka langsung ke rumah kos di Perumahan Muka Kuning Permai II Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji jalan Bungaran Timur nomor 419.

Sejak dari Batam Centre, Herman sudah menanyakan kondisi perut Elmayuni. Namun wanita itu berkilah sedang masuk angin.

Keesokan harinya yakni Kamis (19/7/2018) pasangan kekasih tersebut masih melakukan hubungan layaknya suami istri.

Namun pada pukul 16.30 WIB, Elmayuni menyuruh kekasihnya pulang dan datang keesokan harinya. Herman pun menuruti permintaan kekasihnya dan pulang dari rumah kos tersebut.

Pada pukul 17.00 WIB, Elmayuni pergi ke kamar mandi hendak buang air besar, namun tidak jadi dan merasa perutnya sakit.

Karena sakitnya semakin parah, Elma berbaring di kamar mandi dan memegang ember yang berada di posisi kepalanya sambil memaksa agar bayi dalam perutnya keluar.

Baca: Tersangka Pembuang Bayi Jalani Rekonstruksi, Warga Teriakkan Kalimat Ini

Baca: 9 Hari Tak Ada Kabar, Arnold Menghilang Setelah Cek Rumahnya di Batu 8 Atas

Baca: Tersangka Masih Satu Orang, Siang Ini Kapolresta Barelang Ekspose Kasus Penelantaran Anak

Tidak lama mengejan, kaki bayi keluar dan pelaku berusaha mendorong lagi agar bayi segera keluar.

Setelah bayi keluar, pelaku menarik tali pusar yang masih menempel di tubuh bayi dan memotongnya dengan gunting. Selanjutnya tali pusar bayi tersebut dimasukkan ke dalam lubang kloset kamar mandi.

Sementara bayi yang dilahirkannya sudah dalam kondisi meninggal dan membalutnya dengan handuk warna orange dan menyimpannya di kamar kosong yang ada di samping kamar tidurnya.

Elamyuni membersihkan kamar mandi yang sudah berlumuran darah, selanjutnya dirinya menyembunyikan bayi di kamar kosong.

Satu minggu setelah melahirkan bayi, Elmayuni mulai ketakutan bayinya membusuk. Akhirnya pada Rabu (25/7/2018) dia membuang bayinya ke tempat sampah yang ada di depan rumah kos mereka sekira pukul 06.00 WIB.

Mayat bayi tersebut baru ketahuannya pukul 08.00 WIB saat penghuni kos lainnya membakar sampah yang ada di depan rumahnya karena sudah mengeluarkan bau tidak sedap. (*)

*Baca berita terkait di Tribun Batam edisi Selasa 28 Agustus 2018

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani

Wanita di Medan Dicegat 4 Teman Sosialitanya saat Naik Taksi, Babak Belur Dihajar Pakai High Heels

Berita Populer