Kanal

Istilah Geser Sedikit Mati, Jadi Tren Cari Sinyal di Anambas

Base Tranceiver Station (BTS) Mini yang terpasang di Kantor Desa Temburun Kecamatan Siantan Timur Selasa (28/8/2018). Warga di desa ini masih kesulitan dalam mengakses sinyal telekomunikasi meski berada di satu daratan Pulau Siantan. - TRIBUNBATAM/SEPTYAN MULIA ROHMAN

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-Persoalan sinyal telekomunikasi di Anambas tidak hanya dialami oleh masyarakat yang tinggal di Tarempa saja.

Masyarakat Desa Temburun Kecamatan Siantan Timur rupanya ‎sudah lama berjuang untuk mendapatkan layanan telekomunikasi meski letak desa yang masih satu daratan dengan Pulau Siantan.

Istilah Geser Sedikit Mati (GSM) pun, belakangan muncul bagi orang yang datang berkunjung ke desa ini.

"Di sini kadang ada, kadang tidak‎, Bang. Naik turun kondisi sinyalnya," ujar Maslina salah satu warga Selasa (28/8/018).

Ia menambahkan, sinyal telekomunikasi yang biasa digunakan warga bersumber dari limpahan sinyal telekomunikasi dari Desa Air Asuk Kecamatan Siantan Tengah.

Untuk mendapatkan sinyal dengan kualitas baik, tidak jarang masyarakat harus mencari lokasi di sekitar Desa seperti lapangan atau daerah perbukitan untuk mendapat limpahan sinyal telekomunikasi itu.

"Biasanya seperti itu. Untuk buka facebook dan WA bisa lah. Bisa di lokasi tertentu saja. Seperti arah sebelum Selambak itu," ujarnya.

Baca: Mau Nelpon dan Kirim SMS Aja Susah. Beginilah Layanan Telekomunikasi di Anambas

Baca: Truk Pengangkut Buah Terbailik, Jalan Laksamana Bintan Sempat Macet

Baca: Siswa Kemenlu RI Ingin Promosikan Pariwisata Bintan

Hasmadi Kepala Desa Temburun yang ditemui mengatakan, kesulitan untuk memperoleh sinyal telekomunikasi yang layak, memang sudah dialami oleh warga sejak beberapa tahun terakhir.

Hadirnya mini Base Transceiver Station (BTS) sebagai pendukung sinyal dari Desa Air Asuk memang terpasang di area kantor Desa Temburun Kecamatan Siantan Timur.

Hanya saja, hadirnya mini tower itu dirasa kurang memadai oleh masyarakat karena biaya penggunaan untuk mendapatkan telekomunikasi yang dirasa mahal.

"Kami minta matikan karena biaya penggunaan itu yang mahal. Memang, sinyal yang biasa digunakan bersumber dari tower yang ada di Desa Air Asuk," katanya.

Pihaknya pun sempat mendengar adanya rencana pembangunan BTS di Desa Batu Belah Kecamatan Siantan Timur yang lokasinya berada di depan Desa Temburun.

Menurutnya, dengan pembangunan BTS itu memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan sinyal telekomunikasi di Desa Temburun.

"Informasinya seperti itu. Kalau memang benar seperti itu, senang kami," ungkapnya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Zabur Anjasfianto

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer