Kanal

Kemensos Siapkan Dana, Korban Gempa Ikut Bangun Rumah. Berikut Besaran Bantuan

Mensos RI Agus Gumiwang Kartasasmita - TRIBUNBATAM/DEWI HARYATI

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita ikut merasakan kepanikan warga yang menjadi korban gempa di Lombok. Tak hanya sekali, tetapi dua kali. Beberapa hari lalu, ia ikut meninjau korban gempa di sana.

"Dua hari lalu saya ikut merasakan gempa dua kali. Ada kepanikan, tapi warga sepertinya sudah terbiasa. Tapi di sana memang masih rentan gempa," kata Agus saat berada di Batam, Selasa (28/8/2018).

Dalam hal ini, ia menegaskan, pemerintah tak lepas tangan terhadap rakyatnya. Terkait gempa di Lombok, iapun mengakui baru saja bertemu dengan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.

Dikatakan, penanganan untuk korban di sana sudah masuk fase RR (rekonstruksi dan rehabilitasi). Berdasarkan instruksi presiden, setiap kementerian diberi tugas sesuai tupoksi masing-masing.

"Untuk konstruksi rumah, sekolah, gereja, rumah sakit dan lain sebagainya, leading sector-nya ada di Kementerian PU PR," ujarnya.

Baca: Bantuan Nontunai PKH dan BPNT di Batam Harus Tuntas Agustus

Baca: Pemko Hanya Keruk Parit, Warga Tiban Koperasi Takut Banjir Datang Lagi

Baca: Deddy Mizwar Ditunjuk Jadi Juru Bicara Tim Kampanye Jokowi-Maruf di Pilpres 2019

Ditegaskan, untuk penanganan terhadap korban gempa di Lombok, semangat yang dibangun pemerintah memang sedikit berbeda jika dibanding dengan pengalaman sebelumnya. Di sini, peran korban juga ikut didorong untuk bekerja secara swadaya membangun rumahnya yang rusak, pasca gempa.

"Pemerintah memberikan dana, tapi pekerjaan (membangun rumah) itu nanti dikerjasamakan dengan mereka (korban) sendiri," kata Agus.

Untuk rumah yang mengalami rusak berat, bantuan yang diberikan senilai Rp 50 juta, rusak sedang sekitar Rp 25 juta, dan rusak ringan Rp 10 juta. Untuk pembangunan rumah warga, lanjut Agus, memang lebih didahulukan.

Ada program percepatan untuk itu. Dari data, ada lebih kurang 85 ribuan rumah rusak akibat gempa tersebut di daerah Lombok dan Sumbawa.

"Khusus pembangunan perumahan akan dikejar lebih cepat. Tempat tinggal didahulukan. Karena sekarangkan korban tinggal di tenda, hujan lagi. Kalau lama-lama tinggal di tenda, kurang sehat juga," ujarnya.

Agus melanjutkan, targetnya untuk pembangunan fisik di sana atas bangunan rumah sakit, jalan, masjid dan bangunan-bangunan penting lainnya yang rusak, akan selesai pada Agustus 2019.

Sementara itu, dari Kementerian Sosial sendiri, bentuk penanganannya lebih ke rehabilitasi sosial dan perlindungan sosial terhadap korban.

"Kami upayakan selama tiga bulan masa transisi darurat ini memberikan dukungan untuk jaminan hidup korban. Besarannya Rp 300 ribu per jiwa, per bulan. Maksimal kita berikan tiga bulan. Kita juga upayakan untuk penanganan dari sisi traumanya," kata Agus. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Zabur Anjasfianto

Terekam Kamera Sosok Pria yang Diduga Selingkuhan Angel Lelga, Digerebek Vicky Berduaan di Kamar

Berita Populer