Kanal

Mau Nelpon dan Kirim SMS Aja Susah. Beginilah Layanan Telekomunikasi di Anambas

ilustrasi - pixabay.com

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - ‎Jari jemari Adi tak henti-hentinya memencet layar ponsel cerdasnya. Beberapa kali ia mencoba melakukan panggilan telepon, tapi sayangnya hal itu sukar dilakukan. Keluhan pun lantas muncul dari lisan pria tiga orang anak ini.

"Mau kirim sms dan telpon pun kok susah sekali. Bingung jadinya," ujarnya ketus saat berada di salah satu kedai di Tarempa.

‎Ia pun kian bingung karena pemberitahuan adanya pesan masuk dari WhatsApp terus saja masuk. Langkah dengan mematikan ponsel cerdas pun, sudah beberapa kali ia lakukan. Bukan sinyal optimal yang didapat secara stabil, namun malah daya baterai yang menurun dengan drastis.

"Yang bingung lagi itu. Nelpon dan sms susah, pesan WA bisa masuk terus," ungkapnya seraya menunjukkan layar ponsel cerdasnya.

Baca: Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit, Nyawa Pengendara Motor Ini Tidak Tertolong

Baca: Pembatas Jembatan Dompak Dicoret-coret, Ini Kata Warga Tanjungpinang

Baca: Beri Pengamanan Pengguna Jalan, Dinas Perkimtan Tanam Bambu Pagar dan Ketapang di Nagoya

Langkah lain untuk bisa melakukan panggilan telpon dan melakukan pengiriman layanan pesan singkat pun ia ketahui dengan mengganti pilihan Pencarian jaringan seluler dari Pencarian sinyal 3G menjadi 2G saja pada ponselnya.

Cara yang ia ketahui dari rekannya ini, memang cukup ampuh. Tak sampai lima menit, pesan singkat yang ia kirimkan langsung terkirim. Yah, kesulitan telekomunikasi rupanya masih dialami oleh warga kabupaten yang ada di perbatasan ini.

Sejumlah program dan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah, nyatanya dirasa belum optimal oleh warga Anambas ini. Harapan agar warga dapat menikmati sinyal secara baik pun, ‎kembali disampaikan warga untuk bisa terealisasi dengan segera.

"Malu sama wisatawan yang datang ke Anambas kalau seperti ini terus. Harus segera ada perubahan. Kalau tidak, bisa jadi citra buruk bagi potensi pariwisata kita," ungkapnya.

Upaya untuk mengoptimalkan layanan telekomunikasi di Anambas, memang beberapa kali disampaikan Japrizal, ‎Kepala Dinas Komunikasi, informatika dan statistik Kabupaten Kepulauan Anambas.

Koordinasi dengan perwakilan provider menurutnya beberapa kali telah dilakukan. Hadirnya Palapa Ring Barat (PRB) pun, digadang-gadangkan bisa menjadi solusi dalam mengatasi kebuntuan persoalan sinyal telekomunikasi ini.

"Pada intinya, kami terus berupaya agar layanan telekomunikasi di Anambas menjadi lebih optimal," ungkapnya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Zabur Anjasfianto

Fenomena Air Terjun Sedudo Nganjuk Berubah jadi Hitam Pekat, Pengunjung Dilarang Mandi

Berita Populer