Kanal

Minim perhatian Pemerintah, Film Produksi Anambas Coba Tembus Layar Lebar

Film laga Gangster Kampung Man karya sineas Anambas akhirnya diluncurkan di GGi Hotel lantai enam, Batu Ampar, Batam, Selasa (23/5/2017) malam - TRIBUN BATAM/EFENDI WARDOYO

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Film Gangster Kampung Man kembali menjadi perbincangan. Film garapan sineas muda dari Anambas yang menyedot perhatian baik di Batam dan Tarempa saat pemutaran film perdananya kini tinggal menunggu kabar untuk bisa tampil di bioskop.

Ya, dalam diam rupanya tim produksi film yang berada di bawah Penggiat Perfilman Anambas (Panglima) ini terus berupaya agar film ini tembus layar lebar.

"Saat ini kami tinggal menunggu keputusan waktu tayang dari perwakilan salahsatu bioskop. Untuk izin lembaga sensor sudah keluar," ujar Delta tim produksi dari film tersebut saat ditemui di Tarempa Selasa (28/8/2018).

Upaya yang dilakukan tim agar film ini bisa tembus layar lebar ini pun, sudah dilakukan sejak Januari 2018 kemarin. Seluruh kelengkapan adiministrasi yang diminta, diakuinya sudah dipenuhi. Tidak hanya itu, pihkanya bahkan beberapa kali berkoordinasi dengan pihak bioskop. Dari koordinasi yang dilakukan itu, mereka kemudian diminta untuk menunggu waktu tayang film mereka.

"Kami diminta tinggal menunggu waktu tayangnya saja. Sementara, persyaratan yang diminta sudah kami lengkapi. Kami pun sudah beberapa kali follow up hal ini kepada pihak perwakilan managemen salah satu bioskop. Dari sana, mereka meminta kami untuk bersabar karena tinggal menunggu waktu tayang," ungkapnya.

Delta pun tidak mengelak, perhatian dari semua pihak baik dari Pemerintah Provinsi Kepri maupun Pemerintah Daerah sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Baca: Istilah Geser Sedikit Mati, Jadi Tren Cari Sinyal di Anambas

Baca: Mau Nelpon dan Kirim SMS Aja Susah. Beginilah Layanan Telekomunikasi di Anambas

Baca: Pemberian Vaksin MR di Anambas Kembali Dilanjutkan. Persetujuan Orangtua Jadi Acuan

Ia pun menilai, perhatian yang diberikan sangat minim, khususnya dalam mendukung perkembangan industri kreatif seperti yang mereka lakukan sekarang ini.

Ia pun melihat begitu antusiasnya perhatian yang diberikan terhadap salahsatu film yang mengangkat mitos di Batam hingga tayang di sejumlah bioskop di tanah air termasuk di Provinsi Kepri. Hal ini menurutnya bukan tidak mungkin dilakukan terhadap film yang membawa nama Anambas hingga ke layar lebar.

"Artinya, bukan tidak mungkin untuk dilakukan. Kalau mereka bisa, kenapa kami tidak bisa. Persoalannya, perhatian serta sikap pemerintah minim khususnya dalam mendukung perkembangan industri kreatif di Anambas," bebernya.

Menurutnya melalui film yang diproduksi ini, memiliki dampak lain yang menguntungkan sektor pariwisata yang menjadi salahsatu sektor unggulan di Anambas. Beberapa lokasi pengambilan film yang dibuat, menurutnya memang mengambil sejumlah lokasi di Anambas.

"Itu yang kurang dipahami oleh Pemerintah. Padahal melalui film ini yang tampil di layar lebar, seklaigus memperkenalkan dan mempromosikan pariwisata di Anambas," ungkapnya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Zabur Anjasfianto

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Berita Populer