Kanal

Dihabiskan di Kampung, Segini Bagian Uang Para Pelaku Pecah Kaca Setelah Gasak Rp 78 Juta

Dua pelaku aksi pecah kaca di Windsor berhasil dibekuk Polisi - TRIBUNBATAM/EKO SETIAWAN

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tiga pelaku kejahatan pecah kaca di Kawasan Winsor, Batam 18 Agustus 2018 lalu membagi rata semua hasil kejahatan.

M Nur (28) mengatakan, setiap orang mendapatkan jatah yang sama. Setiap mereka mendapat pembagian Rp 26 juta.

"Setelah kami mendapatkan uang itu, kami bagi sama rata. Masing-masing mendapatkan uang Rp 26 juta. Kemudian kami berdua pergi ke Palembang," kata M Nur menerangkan, Rabu (29/8/2018) siang.

Sisa dari uang tersebut mereka gunakan untuk kebutuhan selama di Batam.

Baca: Akui Terima Rp 2,5 Juta Sebulan, Suryanto Mengaku Uangnya Untuk Nafkahi Keluarganya

Baca: Selalu Kurung Rahman dan Akbar di Gudang saat Keluar Rumah, Ini Alasan Suryanto

Baca: Gasak Rp 78 Juta, Benda Kecil Ini yang Dipakai Pelaku Pecahkan Kaca Mobil

Seperti sewa hotel dan belanja kebutuhan.

Sementara itu, Yudi Candra (30) pelaku yang bertugas membawa motor bercerita, uang itu ia bawa pulang kampung dan dihabiskan disana.

Tak heran, saat ditangkap, polisi tidak menemukam uang tersebut.

"Uang itu saya habiskan di kampung. Memang hasil pencurian itu kami bagi rata bertiga," tambahnya

Untuk diketahui, terungkapnya kasus ini setelah polisi mengamankan Hamid di Batam beberapa hari yang lalu.

Kepada penyidik Hamid mengaku kalau kedua rekanya melarikan diri ke Palembang.

Dari sana, Polisi mulai memburu Nur dan Yudi. Tiga hari di Palembang, Polisi sukses mengamankan kedua pelaku.

Namun sayang, saat ditangkap pertama oleh pihak kepolisian, Hamid tidak mau jujur dalam pembagian jatah hasil curian. Hamid mengatakan, ia hanya diberi uang Rp 8 juta dari dua rekanya.

Setelah dihadapkan langsung dengan kedua rekannya, Barulah Hamid mengaku kalau dirinya mendapat bagian yang sama.

"Iya pak, saya dapat bagian sama, tapi uang itu saya gunakan untuk bayar hutang," tegasnya. (*)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Tri Indaryani

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer