Kanal

Galangan Karimun Mulai Menggeliat, Nurdin Launching Proyek PT KSS

Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat peluncuran proyek pengeboran lepas pantai di PT Karimun Sembawang Shipyard (KSS), Rabu (29/8/2018). - TRIBUNBATAM/ELHADIF PUTRA

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN-Perusahaan galangan kapal yang ada di Kepri khususnya di Karimun dapat bersaing dengan mancanegara.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun saat peluncuran proyek pengeboran lepas pantai di PT Karimun Sembawang Shipyard (KSS), Rabu (29/8/2018).

Nurdin mengatakan pihak pemesan kontruksi pengeboran minyak lepas pantai yang dikerjakan PT KSS memilih Karimun, karena kualitas dan hasil kerja yang bagus. Oleh karena itu perusahaan Galangan di Karimun terbukti dapat bersaing dengan perusahaan luar negeri.

"Tadi owner yang memesan kontruksi ini menyampaikan jika ada beberapa negara yang mereka lihat, namun akhirnya mereka memilih KKS. Penilaian mereka karena kualitas dan keselamatan kerja sangat bagus serta selesai tepat waktu," kata Nurdin.

Baca: Antisipasi Lonjakan Pembayaran Pajak Kendaraan, Ini yang Dilakukan BP2RD Kepri

Baca: Pendapatan Pajak Kendaraan Meningkat Hingga Rp 16,1 Miliar, Warga Padati Samsat Kepri

Baca: Konser Amal Gempa Lombok - Raket Kevin/Marcus yang Raih Medali Emas Laku Rp 300 Juta

Nurdin menyampaikan saat ini pertumbuhan ekonomi di Kepri sudah mulai membaik, setelah di triwulan sebelumnya yang dinilai sanagt terpuruk. Selain di Karimun, beberapa perusahan galangan kapal di Kota Batam juga sudah mulai kembali menerima pesanan proyek.

"Kita sudah sepakat semua, termasuk teman-teman pengusaha agar pertumbuhan ekonomi Kepri terpuruk sekali. Tapi untuk triwulan kedua ini sudah mulai membaik," ujar orang nomor satu di Kepri itu.

Sementara itu Pihak PT KSS, Trisno Susilo menyebutkan proyek yang dikerjakan perusahaannya merupakan pesanan dari Trans Ocean Internasional dengan anggaran sekitar Rp 3,9 triliun. Untuk pengerjaannya akan berakhir hingga September 2019 dan ditaksir mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 920 orang.

"Sampai saat ini baru 620 orang pekerja karena masih permulaan. Kita targetkan sekitar 920 tenaga kerja," terang Trisno. (ayf)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Zabur Anjasfianto

VIDEO Isak Tangis Kerabat Korban Pembunuhan Bekasi: Tunjukkan Pembunuhnya Tuhan

Berita Populer