Kanal

Kematian Pengusaha Tenda Hebohkan Tanjungpinang, Begini Pengakuan Anak Korban

Ilustrasi - kompas.com/Shutterstock

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Muhammad Rasyid (53), pengusaha tenda di Tanjungpinang, Rabu (29/8) meninggal dunia.

Namun, kematiannya memantik tanda tanya pihak kerabat dan keluarga. Sebab, pria tersebut meninggal secara tidak wajar.

Arda, putra kedua korban mengatakan beberapa anggota polisi sudah berkumpul di rumah mereka, Jalan Melur depan CK Hotel. Para anggota polisi sempat menggeledah rumah mereka namun tidak menemukan apa-apa yang mencurigakan.

Baca: Angin Puting Beliung Warga Bintan Pesisir Mengungsi, Polsek Bintan Timur: Tak Ada Korban Jiwa

Baca: Bahan Mudah Dicari, Beginilah Cara Bikin 3 Ramuan Alami Penghilang Sakit Asam Urat

Baca: Perahu Hampir Karam, Beginilah Kesaksian Pria Selama 76 Hari Terkatung-katung di Lautan Sendirian

Baca: Akhir Tragis Titin Sumarni, Artis Favorit Bung Karno. Ditemukan Sakit di Rumah Mucikari

Namun, Rasyid dan beberapa karyawannya diminta ke kantor Polres Tanjungpinang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Saya ikut ke sana pada Selasa (28/8/2018) sekitar pukul 17.30 WIB. Kami juga dimintai keterangan sore itu," ungkap Arda kepada TRIBUNBATAM.id, Rabu (29/8/2018) siang.

Arda sendiri sempat kembali ke rumah setelah pemeriksaan. Dia datang lagi ke Polres Tanjungpinang untuk mengantar makanan buat ayahnya sekitar pukul 23.00 WIB.

Keduanya masih makan bersama-sama di ruang tunggu. Namun, ayahnya disuruh anggota polisi untuk makan di dalam ruangan. Saat itu, kondisi Rasyid baik-baik saja.

"Nah, pada Rabu (29/8/2018) pukul 01.00 WIB, saya pulang. Saya sempat tanya bapak dan dia bilang baik-baik saja," cerita Arda.

Muhammad Rasyid, pengusaha tenda di Tanjungpinang semasa hidup (tribunbatam/thom limahekin)

Namun, pihak keluarga mendadak kaget ketika mendapat telepon dari RSUP Kepri. Melalui telepon itu, pihak rumah sakit menyatakan Rasyid sudah meninggal dan meminta keluarga untuk menjemput jenazahnya.

"Kami tidak percaya. Ini aneh saja. Kami penasaran akan kondisi bapak kami," ungkap Arda.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TRIBUNBATAM.id, Rasyid sempat meminta waktu untuk salat subuh di masjid, depan Kantor Polres Tanjungpinang. Dia juga ditemukan tidak jauh dari kantor Polres.

Informasi seputar kematian Rasyid pun masih simpang siur. Ada versi yang mengatakan, dia ditabrak oleh bus yang pagi-pagi mengangkut karyawan di Nirwana Lagoi Bintan. Bus itu pula yang mengantar Rasyid ke RSUP Kepri.

"Kata karyawan kami, korban meninggal di depan pintu gerbang rumah sakit," ungkap pihak Nirwana Lagoi.

Namun, versi lain menyebutkan sopir bus mendadak rem setelah melihat tubuh Rasyid tergeletak di jalan. Pihak Nirwana juga memastikan sudah memeriksa kondisi bus tersebut.

"Tak ada lecet sedikit pun di bus. Kalau dia ditabrak bus, pasti ada lecet di bember depan bus. Makanya kita tunggu hasil pemeriksaan. Kami juga belum tanya sopir," ungkap pihak Nirwana Lagoi kepada keluarga korban. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Agoes Sumarwah

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer