Kanal

KPK Tangkap Eks Hakim PN Batam Terkait Suap Peradilan di Medan

HEADLINE TRIBUNBATAM, Rabu, 29 Agustus 2018 -

TRIBUNBATAM.id, MEDAN - Tim KPK melakukan operasi tangkap tangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara, Selasa (28/8/2018).

Empat hakim ditangkap, termasuk Wahyu Prasetyo yang sempat menjabat sebagai Wakil Ketua PN Batam.

Empat Hakim yang ditangkap yakni Ketua PN Medan Marsuddin, Nainggolan, Wakil Ketua PN Medan Wahyu Prasetyo Wibowo, Hakim Sontan Merauke, dan Hakim Merry Purba.

KPK juga menangkap dua orang panitera pengganti Oloan Sirait dan Elpandi.

Wahyu Prasetyo juga pernah menjabat Ketua PN Tanjungpinang. Penangkapan Wahyu membuat kaget mantan rekan kerja di PN Tanjungpinang.

Baca: Tak Ada Lowongan, Ratusan Orang Tetap Datangi PT. Pencaker : Sekarang Cari Kerja Ampun Dah

Baca: AWAS! Pelaku Congkel Jok Motor Berkeliaran di Sagulung, Ini Pesan Kapolsek

Baca: Kedua Roda Rusak, Begini Cara Pilot Mendaratkan Sebuah Pesawat di Bandara Shenzhen

Santonius Tambunan, Humas PN Tanjungpinang mengaku kaget mendengar kabar tersebut. Wahyu dikenal sosok profesional dan tidak pernah ada catatan negatif selama menjabat di PN Tanjungpinang.

"Beliau menjabat selama 10 bulan di PN Tanjungpinang. Beliau selama memimpin dengan baik tegas, dari awal hingga dipromosikan di PN Medan menjadi Wakil PN tidak ada catatkan tidak baik," kata Santonius.

Wahyu berperan aktif dalam meningkatkan status akreditasi PN Tanjungpinang pada tahun 2017. Ia mengatakan bahwa pembenahan dalam rangka mendapatkan pengakuan akreditasi PN Tanjungpinang dicapai berkat Wahyu Prasetyo.

Wahyu memiliki karier yang cemerlang. Sebelum Wahyu bertugas di PN Tanjungpinang, ia sempat menjadi wakil ketua PN Batam dan juga asisten Hakim di Mahkamah Agung.

Dan saat ini sudah keluar SK baru menjadi Ketua PN Serang.

"Iya saat ini SK sudah keluar untuk menjadi Ketua PN Serang," katanya. (*)

*Baca Berita Selengkapnya di Tribun Batam edisi Rabu 29 Agustus 2018

Editor: Tri Indaryani

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer