Kanal

Pemutihan Pajak Kendaran Segera Berakhir, Samsat Kepri Dibanjiri Warga

Warga memadati kantor Samsat Kepri untuk memanfaatkan pemutihan pajak kendaraan yang akan berakhir pada 21 Agustus 2018 - TRIBUNBATAM/DEWI HARYATI

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Padat. Begitulah gambaran suasana keramaian warga di kantor pelayanan Samsat Kepri, jelang masa pemutihan pajak kendaraan akan berakhir, Rabu (29/8/2018).

Dari pagi hingga siang hari, keramaian warga masih terlihat baik itu di bagian pemeriksaan kendaraan, lantai 1 dan lantai 2. Umumnya mereka memanfaatkan fasilitas pemutihan pajak kendaraan yang diberikan pemerintah.

Sebagaimana informasi yang tertera di banner, pemutihan pajak kendaraan itu dimulai dari 1 Mei hingga 31 Agustus 2018. Artinya masih ada kesempatan hingga Jumat ini bagi warga yang ingin memanfaatkan fasilitas tersebut.

"Di pemutihan pajak inikan, kita tak kena denda," kata seorang warga, Rodiah kepada Tribun di lokasi.

Sudah tiga tahun belakangan ini, ia tak membayar pajak kendaraan bermotornya. Kesibukannya sebagai seorang ibu rumah tangga, dan karena sesuatu lainnya, membuat Rodiah tak jadi-jadi membayar pajak kendaraan.

"Malas. Sekarang ada pemutihan pajak kendaraan, ya kita manfaatkanlah," ujarnya.

Sejak pukul 8.00 pagi ia sudah mengantre layanan di kantor Samsat. Namun hingga pukul 14.00 WIB, nama Rodiah belum juga dipanggil saking ramainya warga yang mengurus dokumen.

"Saya bayar pajak sekalian ganti TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor). Ini tinggal panggil nama dapat lembaran kertas yang baru, sama nunggu lagilah untuk dapat TNKB-nya," kata Rodiah.

Baca: Warga Sakit Terpaksa Tidur di Lantai, Dewan Desak Operator Kapal Siapkan Fasilitas

Baca: Berani Coba? Game Masuk Pak Ekooo Ada di Play Store. Begini Cara Mainnya

Baca: Pemain Manchester United Bicarakan Penggantian Jose Mourinho

Untuk pengurusan dua hal itu, biaya yang dikeluarkannya lebih kurang Rp 500 ribu. Sekitar Rp 300 ribuan untuk bayar pajak kendaraan, dan sekitar Rp 100 ribu untuk bayar TNKB baru.

Sama dengan Rodiah, Zulkifli, warga lainnya juga memanfaatkan fasilitas pemutihan pajak kendaraan bermotor. Jika Rodiah sudah menunggak bayar pajak kendaraan 3 tahun, Zulkilfi satu tahun di atasnya, 4 tahun. Dimungkinkan dari ramainya warga itu, ada yang lebih dari 4 tahun menunggak bayar pajak kendaraan bermotor. Zulkifli juga membayar lebih kurang Rp 500 ribu.

"Ini punya istri sebenarnya. Nunggu-nunggu, akhirnya tak jadi bayar. Sudah 4 tahun tak bayar pajak," kata Zulkifli.

Bagi warga yang ingin memanfaatkan fasilitas pemutihan pajak kendaraan, ada beberapa syarat yang mesti dilengkapi. Seperti e-KTP, STNK asli, BPKP asli, fotokopi KK dan mengisi formulir. Manfaat yang bisa didapatkan, yakni keringanan pembayaran tunggakan pokok pajak 50 persen, pembebasan bea balik nama kendaraan bermotor kedua dan seterusnya, dan penghapusan sanksi administrasi atau denda pajak kendaraan. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Zabur Anjasfianto

Beredar Foto-foto Awal Penemuan Jasad Korban Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi, 2 Anak di Kamar

Berita Populer