Kanal

Pendapatan Pajak Kendaraan Meningkat Hingga Rp 16,1 Miliar, Warga Padati Samsat Kepri

Anjar Wijaya Kabid Pendapatan BP2RD Kepri - TRIBUNBATAM/ENDRA KAPUTRA

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Pajak kendaraan yang masuk hingga 27 Agustus 2018, melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kepri mencapai Rp 16.156.260.349.

Kepala BP2RD Kepri Reni Yusneli, melalui Kabid Pendapatan BP2RD Kepri Anjar Wijaya menyebutkan, ada kenaikan pendapatan saat program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PPKB) yang dilaksanakan mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2018..

"Kenaikan ini sangat terlihat mulai 27 Agustus kemarin sampai hari ini (Rabu red). Kenaikan pendapatan itu sehari bisa Rp 2,8 miliar sampai Rp 3 miliar," katanya, Rabu (29/8/2018).

Menurutnya, bantuan keringanan pajak kendaraan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kepri diantaranya, keringanan tunggakan pokok pajak kendaraan bermotor 50 persen, pembebasan Bea Balik Nama kedua dan seterusnya serta penghapusan sanksi administrasi atau denda pajak kendaraan membuat antusia masyarakat meningkat untuk membayar pajak.

"Kalau di hari biasa sebelum tanggal dimulainya program ini, pendapatan itu di angka Rp 1 miliar lebih saja, kadang naik juga, tapi tidak meningkat seperti saat ini," sebutnya.

Baca: Pemutihan Pajak Kendaran Segera Berakhir, Samsat Kepri Dibanjiri Warga

Baca: Masih Numpang Rumah Keluarga, Korban Angin Puting Beliung Ini Butuh Bantuan

Baca: Bingung Soal Transportasi Penghubung Antar Pulau, Dishub-LH Anambas Mita Sesuaikan Jadwal

Ia pun menyebutkan, program ini pun bukan hanya sekedar untuk menarik perhatian masyarakat yang menggunakan kendaraan agar membayar pajak. Namun untuk memperbaharui kepemilikan nama kendaraan.

"Soalnya dengan bea balik nama gratis ini juga, membantu kita untuk mendapatkan nama yang benar-benar punya kendaraan. Karena masih banyak nama pemilik kendaraan yang tertera di STNK, dan BPKB sudah berpindah tangan usai dijual kendaraannya," terangnya.

Program ini pun akan berahkir pada tanggal 31 Agustus 2018 mendatang. Pantauan Tribun disisa beberapa hari batas waktu tersebut, tampak di lantai dua pengurusan pajak kendaraan ramai dipadati warga.

"Soalnya baru sempat sekarang, mumpung belum habis programnya. Lumayan ringanin biaya," ujar Andi salah satu warga yang sedang menunggu antrian mengurus pajak kendaraan. (dra)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Zabur Anjasfianto

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer