Kanal

Bidadari, Putri Bungsu Soerya Terkesan Lomba di Belanda dan Harumkan UGM

Bidadari, dan ayahanda Soerya Respationo, Wagub Kepri Isdianto, serta kakak-kakaknya, Rabu (29/08/2018). -

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kebahagiaan tengah dirasakan keluarga besar mantan Wagub Kepri, DR HM Soerya Respationo SH,MH. Sebab putri bungsunya, Bidadari Mahardhika Respaty telah lulus sarjana hukum pada I.U.P ( International Undergraduate Program), Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Bidadari menjalani upacara wisuda program sarjana di Grha Sabha Pramana UGM, Rabu (29/8). Yang istimewa, dara yang juga biasa disapa Dhika itu berhasil menyelesaikan kuliah S1 dengan predikat cumlaude. Skripsinya berjudul: Legal Protection of e-Money Holders With Telkomsel as The Provider of The Payment System Services and Conventional Banks As The Holder of Funds.

Sang ayah, Soerya Respationo, kakak-kakaknya, Wagub Kepri Isdianto, dan keluarga besarnya yang lain larut dalam suka cita saat mendampingi Dhika pada acara wisuda tersebut.

Saat dihubungi Tribun Batam, Bidadari mengungkapkan kegembiraannya atas kelulusannya tersebut. Apalagi ia juga meraih predikat cumlaude. Bidadari menyelesaikan kuliahnya dalam waktu 3 tahun 10 bulan. “Ya saya selalu ingin belajar menjadi yang terbaik. Tentu bahagia atas semua ini,” ungkapnya.

Bidadari memiliki kesan khusus selama menempuh kuliah di UGM, terutama keberhasilannya mencapai semifinalis dalam even International Criminal Court Moot Court Competition (ICCMCC) yang digelar di Leiden University Belanda pada 2016 lalu.

Bidadari, satu di antara 7 anggota tim dari UGM sukses menyisihkan 55 tim dari 44 negara. “Ini raihan tertinggi dan pertama dari Indonesia. Ini memang prestasi yang membanggakan bagi UGM maupun Indonesia,” katanya.

Kontingen yang disisihkan bukan sembarangan. Mereka antara lain berasal dari universitas bergengsi, seperti National University of Singapore, Leiden University, Chinese University of Hongkong, University of Luxembourg, Freiburg University dan lainnya.

Prestasi ini juga menjadi yang terbaik yang pernah diterima UGM. Dalam keikutsertaan sebelumnya mereka paling tinggi hanya mampu meraih posisi 29 besar.

Dalam kompetisi ini memang dibuat semacam forum peradilan. Sebagai juri atau panelis merupakan para pakar bidang hukum ternama. Tim UGM sendiri maju dengan topik seputar “kejahatan melawan kemanusiaan dan kejahatan perang”. Dalam persiapan menuju kompetisi, tim kadang menggelar bedah kasus hingga larut malam.

Kini jerih payahnya telah menuai hasil. Ia lulus dengan predikat cumlaude. Bidadari mengaku saat ini ia masih menimbang-nimbang untuk memilih universitas guna melanjutkan kuliah S2-nya. Ia masih menimbang di Singapura atau di Amerika. “Sambil menunggu itu, saya sedang mengikuti program PKPA (Pendidikan Khusus Profesi Advokat) di Fakultas Hukum UGM, kerja sama dengan Peradi,” katanya lagi.

Selain kesannya mengikuti lomba itu, Bidadari juga sempat magang di Kedutaan Besar RI di Belanda. Saat itu ia juga melakukan penelitian tentang Brexit. “Itu magang saat libur semester. Jadi di Belanda tiga bulanan,” ungkapnya.

Sementara kebahagiaan juga disampaikan Soerya atas wisuda putri bungsunya tersebut. “Saya merasa plong dan lega Dhika bisa selesaikan kuliahnya. Ini salah satu yang dititipkan atau dipesankan oleh almarhumah (Dra.Hj.Rekaveny) kepada saya. Dan itu salah satu kewajiban dan tanggung jawab kami untuk dapat memberikan bekal pendidikan kepada anak-anak. Alhamdulillah telah tertunaikan,” ungkap Soerya.

Selain itu ia juga mendukung penuh keinginan putrinya untuk melanjutkan studinya. Saat ini Dhika masih 21 tahun. Dia ada rencana untuk mengambil program masternya antara di Amerika atau Singapore. Kami keluarga sangat senang, karena hasrat belajar Dhika sangat tinggi,” tambahnya.

“Terus terang saya merasa haru. Dhika kecil yang kemanja-manjaan itu, telah tumbuh menjadi remaja yang mandiri dan perfect, alhamdulillah, syukur kepada Allah. Almarhumah mamahnya pasti merasa bahagia di sana,” ucap Soerya dengan nada penuh makna.(pwk)

Penulis: Purwoko

Haringga Sirla Tewas Dikeroyok, Bermula dari KTP Korban Dirazia Sejumlah Suporter Persib Bandung

Berita Populer