Kanal

10 Warga Asing Ditangkap Imigrasi Karimun saat Kerja Renovasi Bangunan

Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun saat ekspos pengamanan 8 WNA bermasalah, Jumat (31/8/2018) - TRIBUNBATAM/ELHADIF PUTRA

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun kembali menangkap sebanyak delapan WNA bermasalah.

Kedelapan WNA pria itu dihadirkan dalam ekspos pengungkapan kasus pelanggaran aturan keimigrasian, Jumat (31/8/2018).

Baca: Delapan WNA Bermasalah Ditangkap, Berikut Penjelasan Imigrasi Karimun

Baca: WNA Malaysia Tewas Usai Berkencan di Hotel di Karimun, Begini Kejadiannya

Baca: Naik Kapal Sun Princess, WNA Australia Jatuh ke Laut! Pencarian Basarnas Hari Ketiga Masih Gelap!

Satu WNA diantaranya berasal dari Malaysia berinisial C ditangkap karena masuk secara ilegal ke Karimun, tanpa dilengkapi dokumen perjalanan.

Sementara tujuh orang lainnya ditangkap secara bersamaan di Kecamatan Moro karena melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan izinnya.

Mereka berinisial CJ, LXC, LLL, NSC, OCB yang merupakan warga negara Singapura, IS warga Bangladesh dan MS warga negara India.

"Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda," kata Kasi Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun.

Dijelaskan Barandaru, penangkapan ketujuh WNA di Moro berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat. Setelah melakukan penelusuran, petugas imigrasi menemukan sebanyak 10 WNA yang sedang bekerja merenovasi bangunan pada Rabu (29/8/2018).

"Setelah kita periksa, tiga tidak bermasalah. Sementara tujuh lainnya masuk dari Singapura menggunakan Bebas Visa Kunjungan tapi melakukan aktivitas kerja," terangnya.

Saat ini ketujuh WNA masih dalam proses pemeriksaan di kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun.
Mereka diduga melanggar aturan keimigrasian yang terpapar dalam Pasal 122 huruf a Undang-Undang No. 6 tahun 2011, yaitu setiap orang asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan kepadanya.

"Bisa dipidana penjara lima tahun dan pidana denda paling banyak Rp 500 juta," tambah Barandaru. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Ucu Rahman

Wanita Tewas Dalam Lemari Pernah Unggah Foto Bersama Pelaku, Sempat Usir dari Kos sebelum Dibunuh

Berita Populer